Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Minggu, 15 Mei 2011

Konvergensi Media dan Kebudayaan


PAPER ULASAN

Oleh:

Zukarlita 1301044246 04PGO


QUENTIN TARANTINO’S STAR WARS?

Pendahuluan

Seringkali kita mendengar istilah “konvergensi” dalam keseharian kita. Konvergensi disini diartikan sebagai kondisi keadaan menuju satu titik pertemuan atau memusat (merujuk pada pengertian yang diberikan website http://kamusbahasaindonesia.org/konvergensi). Konvergensi ini juga mencakup beberapa bidang kehidupan, salah satunya adalah bidang kebudayaan. Di dalam paper ini, akan ditinjau pemahaman tentang konvergensi budaya dari adanya film “Star Wars” yang cukup fenomenal di seluruh dunia. Pembahasan mengenai konvergensi ini cukup penting untuk memberikan kita suatu pengantar teori dalam memahami kerangka pemikiran bagaimana suatu budaya rakyat dapat diangkat menjadi suatu hal yang popular dan dianggap tidak lagi sekedar budaya rakyat semata. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.

Pembahasan

Apa sebenarnya yang dibahas dalam chapter 4 tersebut? Dari awal tulisan di chapter itu, dapat kita temukan kata-kata dari direktur Star Wars, Jason Wishnow, bahwa Star Wars merupakan katalisator atau hal yang mempercepat lahirnya masa depan dari sinema (film). Star Wars sungguh merupakan perpaduan yang unik antara kekreatifan manusia dengan media modern yang ada. Kita ketahui sendiri bahwa Star Wars bercerita tentang segala polemik yang terjadi di luar angkasa. Film besutan George Lucas ini begitu menarik dan berpengaruhnya di dunia, hingga dinobatkan sebagai film yang meraup pendapatan ketiga terbesar setelah Harry Potter dan James Bond. Fenomena ini otomatis melahirkan berbagai bentuk kekreatifan lainnya, diantaranya adalah pembuatan video amatir dari para fans hingga munculnya website yang menjadi wadah distribusi informasi sekaligus penampung ide bagi para penggemar setia mengenai hal terbaru menyangkut film favorit mereka tersebut.

Pertama-tama akan saya bahas terlebih dahulu mengenai konvergensi media. Awalnya Star Wars diciptakan hanya bisa diputar di bioskop layar lebar. Dengan seiring makin berkembang pesatnya zaman, perkembangan media lainnya seperti internet pun meluas. Konvergensinya terjadi ketika Star Wars mulai dipublikasikan melalui website (guna menjaring fans dan juga menjaga hubungan baik dengan para fans), publikasi secara media cetak kemudian menuju ke produksi untuk pemutaran di rumah.

Apa yang terjadi setelahnya, adalah munculnya film-film dengan topik serupa, akan tetapi agak berbeda dari segi jalan ceritanya. Film-film inilah yang menjadi bukti begitu kuatnya pengaruhnya terhadap para fans dimana Star Wars telah dianggap sangat sesuai dari segi ide penceritaan yang mengangkat peristiwa-peristiwa sosial penting yang menggambarkan fenomena politik di kehidupan nyata.

Berkaitan dengan hal tersebut, muncul pula parodi-parodi singkat Star Wars, seperti George Lucas in Love yang merupakan sebuah lelucon dari karya Shakespeare in Love sebagai suatu bentuk penghormatan dari sebuah generasi pelajar terhadap George Lucas yang telah dianggap sebagai Tuhan di universitas mereka.

Semakin berkembang luasnya kekreativitas manusia untuk menciptakan karya yang hampir sama dengan hasil yang memuaskan merupakan bukti dari konvergensi suatu budaya yang telah berakar dalam. Seperti yang terangkan dalam artikel Chapter 4 itu dimana ada seorang gadis berusia 14 tahun yang mampu menjadi sutradara dalam film sederhana yang dibuatnya, yaitu Kid Wars oleh Dana Smith. Begitu banyaknya video-video amatir yang menerapkan pembelokan jalan cerita yang telah dibuat oleh para penggemar dan inilah yang disebut sebagai suatu bentuk penyatuan kebudayaan.

Berdasarkan sudut pandang pribadi dari diri saya, saya setuju dengan pernyataan yang dimuat dalam artikel tersebut yang mengintisarikan bahwa sebuah kebudayaan baru yang mampu berpengaruh dalam dan luas akan menggerakkan kegiatan penggemarnya untuk berkarya serupa (tidak peduli akan latar belakang sosialnya). Apabila dikaitkan dengan topik komunikasi pemasaran, hal ini diibaratkan promosi produk dan perusahaan kita berhasil mencapai titik puncaknya sekaligus menciptakan perusahaan pesaing baru.

Ditelaah dari pemahaman dan wawasan pribadi, saya mendapatkan suatu pembelajaran baru bahwa muncul dan berkembangnya inovasi dari teknologi informasi dan komunikasi sungguh merupakan titik awal yang dapat menciptakan fakta yang tidak akan pernah kita bayangkan sebelumnya. Kembali lagi ke pernyataan awal yang menyatakan bahwa Star Wars dianggap sebagai katalisator untuk kemajuan film masa depan, saya ingin sedikit mengutarakan pendapat saya bahwa Star Wars tidak bisa sepenuhnya dianggap sebagai katalisator, sebab sebagian besar dari penyebab berkembang pesatnya pengaruh dari film tersebut adalah dikarenakan perkembangan pesat juga dari teknologi informasi dan komunikasi. Apakah dapat kita bayangkan apabila Star Wars diproduksi dan dimunculkan di masa-masa ketika semua teknologi masih belum terlalu merakyat dan berkembang? Tentu saja hal yang terjadi adalah sebuah stagnansi, dimana semua penontonnya hanya bisa bertindak pasif, tanpa bisa berkreasi dengan otak kirinya untuk menciptakan hal-hal yang serupa dengan film yang ditontonnya.

Bukti lain dari konvergensi kebudayaan ini adalah kehadiran kostum para tokoh Star Wars di dalam perayaan Halloween, yang membuktikan bahwa fenomena modern mampu mengusik kebudayaan rakyat pula (Halloween merupakan kebudayaan asli dari masyarakat Barat). Meskipun video amatir dan cerita rekaan terbaru tersebut merupakan bagian dari konvergensi kebudayaan, hal ini juga mengusik pernyataan mengenai hak cipta dari ide suatu karya. Oleh karena itulah, biasanya video tersebut diciptakan dalam versi parodinya atau lelucon. Star Wars sungguh merupakan contoh yang sempurna untuk menggambarkan fenomena konvergensi media sekaligus budaya.

Penutup

Kesimpulan yang dapat saya tarik adalah dengan bantuan dari suatu teknologi informasi dan komunikasi, kita mampu mengubah hal yang biasa menjadi hal yang dianggap penting oleh suatu kelompok masyarakat. Dan ini juga tergantung dari bagaimana kita menyesuaikan konsep hal tersebut dengan yang terjadi di kehidupan nyatanya. Semoga karya tulis ini dapat membantu membuka pikiran kita tentang pencitraan diri maupun perusahaan yang akan kita jabani di masa depan. Terima kasih.

Sumber literatur lainnya

http://kamusbahasaindonesia.org/konvergensi (diakses pada tanggal 15 Mei 2011)

http://en.wikipedia.org/wiki/Star_Wars (diakses pada tanggal 16 Mei 2011)

http://web.mit.edu/cms/People/henry3/starwars.html (diakses pada tanggal 16 Mei 2011)

http://www.listal.com/viewimage/866355 (diakses pada tanggal 16 Mei 2011)

-terima kasih-

Charleeta.blog.binusian.org

Charleeta-tzu.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar