Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Featured Posts

Kamis, 09 Februari 2012

Paper PTK - Advertising & Public Relation

Response Paper
Perkembangan Teknologi dan Komunikasi
Joseph Turow (2009). Media Today : An Introduction To Mass Communications. 3rd Edition
Part Five : Advertising and Public Relations
Zukarlita 1301044246 04PGO
Marketing Communication
Department of Communication and Multimedia
Binus University
PENDAHULUAN
Seringkali kita tidak dapat membedakan isi dan tujuan dari konten yang dimuat di media komunikasi massa. Padahal perbedaan keduanya tersebut sangat penting untuk diketahui guna mencari tahu apa sebenarnya yang telah diperbuat oleh sang perusahaan. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam iklan yang murni itu biasanya memuat banyak hasil rekayasa dan terkesan berlebihan. Di lain pihak, konten yang memuat tentang kegiatan perusahaan dan berbagai klarifikasi, baik komentar atas keluhan konsumen maupun sekilas cerita tentang apa saja aktivitas perusahaan itu merupakan bagian dari kampanye perusahaan (Public Relation).
Tulisan ini pun dibuat guna mengkritisi tulisan dari Joseph Turow dan mengambil inti dari apa sebenarnya yang menjadi latar belakang dari pembuatan iklan, baik produk (advertisement) maupun perusahaan (public relation).
Semoga tulisan ini dapat membantu kita semua dalam menyusun kerangka pemahaman kita terhadap perkembangan teknologi komunikasi yang telah banyak membantu kita dalam penerapan iklan saat ini. Terima kasih.
Penulis,
Zukarlita
ISI
Buku karangan Joseph Turow tersebut cukup membuat saya tercengang, khususnya dalam penjabaran arti dari “periklanan” itu sendiri berdasarkan latar belakang terjadinya suatu bentuk “periklanan”. Memang benar apabila “periklanan” itu adalah suatu seni dalam menciptakan keinginan dari konsumen tentang produk kita dengan cara menginformasikan seunik mungkin apa yang ditawarkan oleh produk kita tersebut. Masalah yang berkembang adalah di Indonesia sendiri berlaku peraturan bahwa iklan rokok tidak boleh ada gambar rokoknya (produk aktualnya). Tentu saja ini sedikit menyimpang dari pengertian awal, dimana informasi yang terkandung di dalam iklan mungkin tidak sepenuhnya dimengerti oleh para penonton atau calon konsumen yang berpotensi. Dari sisi tersebut, saya berpikir bahwa ada kalanya iklan tidak hanya secara langsung membuat penonton ingin membeli produk tersebut, melainkan juga dapat sekadar memasyarakatkan merek semata. Peraturan yang cukup ketat itu cukup merangsang para pembuat iklan untuk berpikir secara kreatif dalam menyusun iklan yang tetap berpengaruh terhadap grafik penjualan.

Jenis-jenis agensi periklanan
Berdasarkan buku tersebut, tertera 6 (enam) jenis agensi periklanan yang ada, contohnya agensi bisnis ke bisnis, agensi konsumen, agensi iklan umum, agensi iklan khusus. Akan tetapi, setelah saya tilik dari sumber ilmu lainnya, dikaakan bahwa terdapat 9 (sembilan) jenis agensi periklanan, contohnya agensi periklanan pelayanan terbatas, spesialis, agensi media sosial, agensi mesin pencari dll. Letak perbedaan yang signifikan di antara pemaparan jenis agensi periklanan itu adalah bahwa Joseph Turow lebih memfokuskan diri pada subjek yang dituju dalam sebuah iklan (misalnya iklan yang ditujukan untuk konsumen bisnis) sedangkan kesembilan jenis agensi periklanan yang saya dapatkan dari sumber lain itu lebih memfokuskan kepada saluran yang digunakan untuk menyebarluaskan iklan tersebut.

Kaitannya dengan dunia Public Relation
Dikatakan sekali lagi oleh Joseph Turow (halaman 606) bahwa iklan diciptakan untuk membuat suatu pandangan atau gambaran yang diinginkan oleh perusahaan dan ini tentu saja sejalan dengan fungsi Hubungan Masyarakat khususnya pembentukan citra positif dari sebuah perusahaan. Iklan dapat merepresentasikan bagaimana profil perusahaan itu. Kita ambil contoh saja Danone Aqua, dimana hampir dalam setiap iklannya disatukan dengan program PR dari mereka, yaitu program Tanggung Jawab Sosial (Corporate Social Responsibility). Hal ini memberikan kita respon yang bagus terhadap produk dan sekaligus profil perusahaan dari PT. Tirta Investama (perusahaan Aqua) yang diibaratkan sangat peduli dan membantu sesama yang kurang beruntung dan tidak bisa mendapatkan air bersih. 

Iklan dan media interaktif
Tidak terlalu banyak dibahas oleh Joseph Turow mengenai media yang dipakai untuk meluncurkan berbagai iklan dari teori yang dihasilkannya. Padahal sangat penting untuk mengenal senjata iklan yaitu media / saluran yang akan kita pakai untuk memasyarakatkan produk perusaaan tersebut. Belakangan ini, hampir semua perusahaan besar memakai media sosial dengan baik untuk menggencarkan iklan mereka, karena sebagian besar dari masyarakat dunia telah mengenal baik dunia maya / internet, dan mereka selalu berkomentar langsung mengenai apa yang mereka temukan. Hal tersebut cukup memberiikan kontribusi yang signifikan untuk peningkatan brand awareness dari pelanggan.

PENUTUP
Adapun kesimpulan yang dapat kita tarik adalah bahwa perkembangan teknologi komunikasi khususnya internet sangat mempengaruhi seseorang / sebuah perusahaan dalam memposisikan perusahaan dan produk mereka. Terkait pula dengan sifat interaktif dari media tersebut, yang mengharuskan perusahaan untuk sedemikian berhati-hatinya terhadap segala bentuk publikasi agar dapat menghindarkan diri dari kesalahpahaman publik yang mengancam keeksistensian suatu perusahaan.
Apabila ada saran dan kesan dari Anda, silahkan Anda memberitahu saya karena saya yakin dan percaya bahwa tidak ada satupun hasil karya manusia yang sempurna dan dengan adanya umpan balik-lah, saya dapat memperbaiki karya ilmiah saya ke depannya,
Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih untuk kesediaan Anda membaca karya tulis saya ini.

SUMBER PUSTAKA

Kamis, 15 Desember 2011

Organisasi dan Kemajuan Bangsa

Seperti yang saya tulis di sebuah forum media online, saya berusaha untuk memberikan sedikit pandangan baru mengenai posisi organisasi di mata pemuda guna memperjuangkan kemajuan bangsanya sendiri. (http://edukasi.kompasiana.com/2011/12/14/organisasi-dan-kemajuan-bangsa/)


Kemajuan bangsa selalu bertitik tolak dari kemajuan masyarakat bangsa itu sendiri. Tidak dapat dipungkiri bahwa untuk menciptakan suatu bangsa dengan segala realisasi impian masyarakat tersebut memerlukan banyak usaha dan pengorbanan.

Salah satu contoh pengorbanan ditinjau dari segi apa yang telah kita perbuat selama ini. Bercermin dari dunia bangsa-bangsa maju, diketahui bahwa pendidikan merupakan sisi paling sensitif dan penting yang menentukan arah suatu bangsa. Terlepas sedikit dari sisi pendidikan secara umum, mari kita masuk ke dalam kehidupan di dunia perguruan tinggi bangsa kita zaman ini.



Kisah-kisah para pelajar umumnya adalah sama, yaitu untuk menimba ilmu dari ruang kelas kemudian lulus, memulai kehidupan kerja dan berkeluarga. Hal tersebut tidaklah cukup untuk menjadi seorang pelajar yang dapat menyumbangkan sumbangsih bagi negara. Salah satu fakta unik dan menarik adalah bahwa pada masa sekarang ini, dunia sosial lebih memandang dari segi pengalaman yang kita peroleh pada waktu kita menempuh pendidikan, misalnya dengan melalui kegiatan organisasi ketimbang memperhitungkan nilai akademik semata. Mengapa demikian? Karena untuk melakukan pembangunan, negara dan masyarakat memerlukan sosok yang mau dan terbiasa untuk berkorban, memimpin, dan mengeksekusi apa yang menjadi objektif mayoritas.

Hal inilah yang berujung kepada pentingnya kegiatan berorganisasi bagi seorang pelajar. Organisasi senantiasa menjadi tempat berlatih bagi kita, para pemuda, untuk menghadapi segala konflik dan peristiwa dunia dengan teknik mengasah kemampuan intelektual dan diplomatik kita. Seperti yang penulis alami di organisasi Bina Nusantara English Club dimana organisasi tersebut tidak hanya memberikan kesempatan mendalami ilmu Bahasa Inggris semata, akan tetapi juga kesempatan untuk menciptakan berbagai kegiatan kemahasiswaan (mulai dari lomba Asian English Olympics hingga usaha pemecahan Guinness World of Record). Kegiatan mahasiswa dengan segala lika liku perjalanannya telah membentuk mental dan pemikiran yang positif bagi pelajar untuk tidak menyerah dan berjuang semaksimal mungkin untuk mewujudkan kegiatan tersebut.

Organisasi sungguh menjadi contoh praktik nyata dari masyarakat dalam merealisasikan objektif yang dimiliki. Pemerintah juga merupakan salah satu organisasi yang berusaha untuk melayani kepentingan masyarakat banyak. Akan jauh lebih baik apabila setiap orang yang bekerja di pemerintahan telah memiliki mental dan komitmen yang baik, yang ditunjukkan melalui pengalaman organisasi yang mampu memberikan sumbangsih kepada masyarakat banyak. Zaman sekarang bukan lagi sekedar zaman informasi, tetapi juga zaman eksekusi dari informasi-informasi yang tersebar. Hal ini pertanda bahwa masyarakat harus mulai untuk merealisasikan tujuan bersama dari negara mereka dengan sesegera mungkin, dengan memulai dari pengembangan diri sendiri.
Sekian opini yang dapat saya lontarkan.

Maju terus Indonesia-ku!

Sabtu, 10 Desember 2011

2011 Seoul Short Course Euphoria

Hi all, welcome back to my blog!
Today, am going to tell an adventure of mine during joining a short course from Kyunghee University in Seoul city this July 2011.


We just arrived in Incheon airport after 9 hours of flight. It was so impressing me and my friends (elisa, kevin and fendy) with the first view of South Korea. Thank Binus International Office that had provided this chance along with the scholarship for spending summer time with global relatives in this event. So, we were waiting for around 3 hours before we leaved the airport, and went to Sewha Hall Dormitory.


I had a Russian roommate, she is very nice person and smart indeed. We have exchanging our country's souvenirs and get closer to be a good friends. Okay, so I will start to tell about the places that we've visited. This part would be the most interesting part that you will read :)




We went to a strange restaurant near dorm, without any capabilities of speaking Korean (and oh my Gosh, the waiter and all of the guest there can't speak English well). Then, we give our best effort to guess what is the menu that we want (okay, so the menu only consist of korean Hangeul and without price list) :( It was quite fun and memorable that we also pay the meals by giving as much money as we predicted so they could pay back if there's any rest.




Along with my beloved friends, we went to tourism site almost everyday! (Yeah, we only had 29 days there!). Picture above was taken at Korea Museum (crypt of Kim Sejung monument).



We were given chances to try the queen's costumes right. See our smile faces above? Yeah, we have spending our time with very grateful yet happily day by day! 



We tried to make bibimbap (비 빔 밥) by ourselves when we were visiting Hanok Village (historical sites of South Korea). Even though the taste was strange, I endeavor to eat it all. haha, very sad of being not competent in cooking. :D


Okay, we are proud being girls, and spent a lot of time visited shops. Picture above was taken at Dongdaemun street where business district is alive. Heaven of cosmetics and cloths there.


Ah, I forgot what the name of this big dish. I just remembered that it was very spicy, lot of meats and 'kwetiaw'. And beside it, the black bowl contains ginseng and chicken. Great combination of dishes that empowered our spirit to keep fighting in a new country.





I made a picture by attaching small ink pillow at this paper. Under the paper, there is a printed wood so we can easily have a same picture by pressing the pillow with this paper. Quite cheap, only 1000won or around 8600IDR.



We also went to Myeongdong to watch incredible cooking show called "Nanta's kitchen". So, there's a drama where a chef team struggling to make dishes for a special objective (such as "wedding" etc). The uniqueness was their capabilities of dance and cook at the same time, also with a fresh comedy. I think, we could called it similar with "standing comedy". 


That was a picture of us with great background of Kyunghee University (just 1 out of many buildings there). Can you imagine how big this university right? The fact is that this university was built at a mountain. So we should let ourselves walked on a very long street with a lot of rises.



Hey, this young woman was drawing my face on her canvas paper. After that, I just realized that this woman is specialized on children section, so the result also made a children face of mine. :P


At that time, I went outside with my Malaysian friends along Ewha Women's University district. It was a rainy day  but never stops our spirit to explore Seoul more. B-)


We went to Insadong to buy some merchandises before go home. As you knew before, Seoul is very famous of its street snacks. So I just stop for a while and tasted a great waffle. Uh, missing this moment so much!


Banpo Bridge. Yeah, we went here almost 3 times to catch the colors come out from the bridge. Fortunately we catch it at the last day we went there. Amazingly beautiful.


I love all of my days there, and wishes to get more time to post experiences on this blog at the other time. I gotta go now, hope you enjoy! :) Ciao.




Rabu, 23 November 2011

Pendidikan, Resolusi Kemajuan Bangsa

[Tulisan ini saya buat dalam rangka mengikuti perlombaan essay]
Pendidikan, Resolusi Kemajuan Bangsa
Berbagai macam persoalan datang menimpa nusantara kita, Indonesia. Berbagai komentar pun berseliweran di dalam masyarakat kita sebagai reaksi dari persoalan tersebut. Akankah kita hanya bisa terdiam saja menyaksikan kesemua hal tersebut? Mari saya ajak Anda semua, para pembaca, untuk menyelami ke dasar lautan persoalan guna menemukan kunci solusi yang tidak terlihat oleh kita semua dari permukaan. 


Sebenarnya negeri kita sangatlah unik, terdiri dari berbagai jenis kebudayaan yang saling memperkaya pengetahuan satu sama lain. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa masih saja terdapat perselisihan pendapat yang berujung pada terjadinya pertengkaran dan tindakan kriminal. Hal inilah yang bisa kita jadikan sebagai dasar dari persoalan yang lebih besar, contohnya korupsi. Percaya atau tidak, segala sesuatu persoalan yang terjadi di bumi ini adalah hasil / akibat dari pola tingkah laku dan perbuatan manusia itu sendiri. Disini kita menarik sebuah kata kunci, yaitu berasal dari manusia. Manusia memiliki pikiran dan mental, lalu apa yang salah dengan kedua hal tersebut? Jawabannya cukup sederhana, yaitu tidak terasah dengan baik.

Berbagai teori telah dikembangkan oleh para ahli ternama, hanya untuk memaparkan perihal mendasar dari segala sikap dan perilaku manusia, yaitu berakar kepada pendidikan. Saya sendiri mengalami perubahan pola pikir dan tingkah laku seiring dengan bertambahnya pendidikan yang saya jalani. Pikiran dan mental akan sejalan dengan baik dan efektif apabila disertai dengan perolehan pendidikan yang mencukupi juga. Kita dapat belajar dari pengalaman Negara-negara lain yang pernah luluh lantak oleh berbagai peristiwa, salah satunya adalah Jepang dimana pendidikan selalu diutamakan dan menjadi ujung tombak pembangunan agar terciptanya kekuatan untuk melawan segala persoalan pemerintahan. 

Kita semua mungkin telah mengetahui tentang adanya program Wajib Belajar bagi masyarakat Indonesia, dimana sebenarnya apabila kita tilik dari kacamata idealisme, merupakan langkah awal yang patut diacungi jempol karena bersifat mendorong kemajuan intelektual rakyat. Masih ingatkah Anda tentang salah satu film terkenal buatan sutradara Indonesia yang menceritakan semangat juang para pelajar yang terkendala oleh masalah finansial, Laskar Pelangi? Film tersebut sangat digandrungi oleh masyarakat Indonesia dikarenakan kelihaiannya dalam mengorek apa sebenarnya yang menjadi permasalahan negeri ini. Pendidikan yang tidak pernah sepadan dengan tingkat ekonomi masyarakat, terkadang anak-anak harus melepaskan bangku sekolahnya begitu saja dikarenakan tuntutan ekonomi yang terus menerjang.



Pendidikan sungguh merupakan denyut nadi terpenting bagi kehidupan suatu bangsa. Kita bisa menerapkan beberapa ide baru yang dapat merangsang perkembangan tingkat pendidikan masyarakat kita, salah satunya adalah dengan cara membangun sekolah-sekolah dan sekaligus memperbaiki taraf kehidupan para guru sehingga tenaga pengajar juga dapat memberikan dukungan sebaik mungkin dalam kegiatan belajar mengajar. Mengapa demikian? Karena awal pertama kali yang harus kita perhatikan tentunya pihak yang berperan aktif dalam mentransfer ilmu, yaitu para guru. Seringkali tenaga pengajar ini merasa tidak terjamin kehidupan keluarganya dikarenakan penghasilan yang kurang memadai sehingga mendorong mereka untuk berpindah mata pencaharian ke pekerjaan yang lebih menjamin. Alhasil semakin berkurang pula tenaga pengajar yang berperan penting tersebut. Sungguh miris memang, namun dapat diyakini secara pasti bahwa keadaan akan berbalik positif apabila kita juga menyikapinya dengan positif. Ide lainnya bisa berupa penambahan pemberian beasiswa kepada para anak didik masih jauh di pedalaman, yang terkadang tidak terekspos oleh media massa dan juga sulit untuk mengakses informasi dari pemerintah.

Pelatihan kepemimpinan yang rutin kepada para tenaga pengajar juga bisa menjadi solusi lainnya dalam mempersiapkan anak didik untuk memiliki jiwa kepemimpinan di samping kepandaian secara intelektual. Kita seringkali salah kaprah dalam melihat fungsi dari guru, bahwa guru hanya merupakan perantara ilmu pengetahuan saja. Padahal sebagian besar waktu muda manusia dihabiskan di bangku sekolah, dan merupakan momen yang sangat tepat untuk menyisipkan berbagai kegiatan yang dapat melatih kemampuan kepemimpinan dan berpikir kritis sekaligus realitis, yang tidak terbatas kepada para pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) saja.

Berbagai opini pemimpin bangsa menyetujui bahwa pendidikan sungguh merupakan kunci utama kemajuan bangsa1. Kita mengetahui dan menyadari hal tersebut, tetapi masih terhambat dalam kenyataan untuk merealisasikannya dikarenakan sebagian besar dari diri kita juga masih belum tertanam jiwa kepemimpinan dan pendidik. Dalam menanggulangi dilema seperti itu, ada baiknya apabila kita juga memulai menanamkan ke dalam diri kita sendiri akan pentingnya pendidikan untuk anak muda bangsa, dan sangat akan terbantu apabila diri kita juga turut terjun langsung menghadapi perubahan diri menjadi seorang pemimpin seperti yang kita impikan.

Ide lain yang ingin saya tawarkan adalah memperbanyak program pendidikan sekaligus prioritas bekerja yang dapat dilakukan dengan kerjasama antar lembaga di negeri kita. Contohnya adalah seperti yang dilakukan salah satu perbankan yang menyelenggarakan adanya kesempatan bagi masyarakat untuk mendaftarkan diri agar dapat memperoleh pendidikan secara gratis dan kemudian langsung bisa memperoleh pekerjaan apabila telah selesai menempuh pendidikan tersebut. Agaknya hal ini dapat diperluas dan diperbanyak lagi hingga ke pelosok daerah. Contoh paling kongkret adalah dengan membuka program seperti ini tetapi dengan tujuan untuk mempromosikan kebudayaan dan pariwisata Indonesia, seperti membuka perguruan tinggi pariwisata gratis bagi masyarakat yang lulus seleksi dan dapat menjalani pendidikan pariwisata selama tenggat waktu tertentu kemudian dipekerjakan sebagai duta-duta wisata di daerah tersebut. Hal ini selain meningkatkan kemampuan berkomunikasi dari peserta didik (keahlian berbahasa tentunya menjadi fokus perhatian dalam pelatihan ini), juga dapat sekaligus meningkatkan rasa cinta masyarakat kepada negeri ini. Karena kita semua telah menyadari bahwa masyarakat sekarang ini mulai terkikis rasa kepedulian terhadap negeri ini dikarenakan banyaknya isu dan peristiwa buruk yang menimpa dan dipublikasikan secara meluas, sehingga masyarakat mulai tertanam akan pandangan yang buruk tersebut. 

Selain itu juga, kita bisa mengkombinasikan antara kepentingan perusahaan bisnis dengan kepentingan bangsa dan Negara kita. Contohnya dalam menstimulasi perusahaan untuk melakukan tanggung jawab sosial dengan cara yang berbeda, bukan lagi sekadar memberikan secara utuh apa yang diinginkan masyarakat, melainkan dengan memberikan apa yang dibutuhkan masyarakat. Dengan kata lain, perusahaan dapat lebih memilih untuk membangun sekolah dan rumah sakit rendah biaya daripada memberikan bantuan pangan yang dapat dihabiskan dalam sekali waktu.

Dengan pendidikan pula, masyarakat dapat mengontrol dengan bijak apa yang akan dilakukannya dalam keseharian hidupnya. Hal ini dapat mengurangi jumlah peristiwa sosial yang tidak diinginkan, seperti bunuh diri dan perampokan. Bahkan dengan pendidikan yang tepat, masyarakat dapat membentuk asumsi yang positif dan setia mendukung pembangunan negerinya.
Memang terdengar agak klise di telinga kita tentang manfaat dari pendidikan ini. Akan tetapi itulah fakta yang kita alami. Menyadari dan mengetahuinya tentulah tidak cukup bagi kita. Diperlukan suatu keberanian dan jiwa kepemimpinan dalam diri kita masing-masing untuk berusaha mau melakukan gebrakan pembangunan dan menginspirasi orang-orang di sekitar kita untuk berbuat hal yang sama, yakni memajukan pendidikan bangsa.

Hal terakhir yang dapat saya rangkum dari esai ini adalah bahwa untuk menyelesaikan satu per satu masalah bangsa, diperlukan fondasi pendidikan yang kuat di mata pemerintah dan masyarakat. Pendidikan juga harus dibekali dengan ilmu kepemimpinan dan pengalaman bersosialisasi yang tinggi, baik dalam diri tenaga pendidiknya maupun di dalam diri para anak didik.

Semoga inti dari esai ini dapat bermanfaat bagi kita semua! Terima kasih.
[Tulisan ini saya buat dalam rangka mengikuti lomba artikel dari suatu badan institusi di Jakarta]

Penanggulangan Kemiskinan melalui
 Pembangunan Air Minum dan Sanitasi

Sanitasi, sebuah istilah yang sangat erat kaitannya dengan air minum. Begitu juga kaitannya dengan kesehatan masyarakat, khususnya yang berada di bawah garis kelayakan ekonomi. Telah menjadi suatu fakta umum bahwa seringkali kemiskinan itu identik dengan segala hal dan lingkungan yang tidak layak dan kotor. Apakah kita bisa menerima begitu saja kenyataan pahit tersebut?
Jika ditilik lebih mendalam, sebenarnya kelayakan hidup tidak harus dinilai dari seberapa tinggi tingkat ekonomi yang melekat pada diri seseorang. Kita bisa mengusahakan kebersihan dan membina kesehatan sesama dimulai dari penyeragaman sikap dan perilaku kita sendiri. Mungkin kita sudah sering mendengar “kebersihan pangkal kesehatan” dan memang itulah yang berlaku di dunia ini. Dengan mengupayakan kebersihan, maka secara otomatis kesehatan akan diperoleh. Tetapi yang menjadi masalah sekarang adalah bagaimana bisa kita merealisasikan keadaan yang memenuhi syarat kebersihan itu? Apakah hanya gedung-gedung elit yang bisa mewujudkan keadaan tersebut? Tentu saja tidak.
Yang paling mendasar dari tindakan ini adalah menanamkan kesadaran secara global tentang manfaat dari menjaga kebersihan dan dampak negatif dari membiarkan lingkungan tercemar (bisa dengan program edukasi, program sosialisasi video / visual, dan program teladan – bertindak dahulu agar masyarakat bisa mencontoh). Berangkat dari kesadaran tersebut, sekarang saatnya kita beralih ke tahap pemberdayaan masyarakat miskin untuk berbagai program mewujudkan sanitasi tersebut. Langkah pertama adalah membangun saluran pembuangan baru sehingga dapat mengurangi volume sampah yang tersumbat di parit-parit. Dengan memperkerjakan tenaga kerja miskin bukan berarti gaji yang mereka terima juga ala kadarnya saja, tetapi juga harus tetap dihargai layaknya pekerja umum lainnya. Hal ini bisa dilakukan dengan menghubungkan antara program kerja dari pemerintah (khususnya mengenai penanggulangan pengangguran) dan juga program kerja dari perusahaan-perusahaan berskala besar (terkait dengan program tanggung jawab sosial perusahaan masing-masing). Diyakini secara pasti bahwa program ini dapat memberikan dampak yang positif bagi perekonomian para tenaga kerja tersebut.
Tidak berhenti di titik tersebut saja, kita juga harus memulai memasang penyaring-penyaring air untuk memperoleh kualitas air yang layak. Saya sendiri telah sering mengalami keadaan dimana air yang disalurkan ke tempat hidup saya sungguh tidak layak, seperti adanya bau-bau parit dan agak menghitam. Hal ini saya tanggulangi dengan menggunakan penyaring air yang tersedia di pasaran (dengan memanfaatkan arang, ijuk dan beberapa bahan lainnya), alhasil air yang disaring dapat lebih layak untuk dipakai dalam kegiatan sehari-hari. Bagaimana dengan masyarakat luas? Saya yakin bahwa kita bisa memberdayakan masyarakat untuk membuat saringan-saringan alami tersebut (dengan didanai dari pemerintah) dan kemudian dijual kepada lingkungan sosialnya dengan harga yang tidak terlalu mahal, sehingga dapat mendorong kebiasaan untuk ‘membersihkan’ air dan sekaligus membantu perekonomian rakyat.
Selebihnya saya melihat bahwa peranan para aktivis lingkungan disini sangat penting untuk menggarap proyek pembangunan air minum dengan tetap berdasar pada prinsip awal, yaitu memberdayakan masyarakat miskin. Ada baiknya apabila kawasan untuk pembangunan air minum ini berada di kawasan yang masih terjamin kebersihan airnya, seperti kawasan Sukabumi (meskipun sudah ada beberapa mata air yang dibangun disana). Masyarakat dapat berkontribusi dalam mendistribusikannya ke kalangan masyarakat lain yang terancam dengan kondisi air yang kotor.
Kembali ke poin sebelumnya, bahwa kebersihan juga harus tetap dijaga. Kita seringkali melihat kondisi debu yang tebal di ibukota dan lingkungan yang sangat tidak menyehatkan (panas yang menyengat). Kita sangat memerlukan pengaruh pemerintah dalam hal ini untuk memberlakukan kebijakan dan peraturan ketat (seperti menghukum secara finansial terhadap para oknum masyarakat yang membuang sampah sembarangan). Dan sangat diimpikan bahwa peraturan ini dapat diberlakukan secara tegas tanpa pandang bulu. Karena melihat kondisi yang tidak adil apabila hanya para petugas kebersihan saja yang diberikan tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan sedangkan limbah itu sendiri berasal dari masyarakat yang mengartikan bahwa hal itu menjadi tanggung jawab bersama.
Adapun sampah yang terlampau banyak tersebut bisa ditangani dengan cara penimbunan darat, dan kita bisa memanfaatkan lumpur Sidoarjo yang semakin menggenang dan memprihatinkan untuk hal ini. Ide yang saya pikirkan adalah mempergunakan lumpur yang berlimpah itu untuk menimbun sampah-sampah yang semakin banyak di suatu daerah yang agak jauh dari pemukiman hidup masyarakat. Secara mekanis, sebagian lumpur Sidoarjo dapat dipindahkan untuk mengubur gunungan sampah yang telah ditempatkan dalam suatu daerah khusus. Karakteristik dan sifat kimiawi dari lumpur diharapkan dapat membantu banyak dari segi menghanyutkan sampah-sampah yang telah dikumpulkan tersebut. diharapkan Meskipun akan menyedot pendanaan dari segi transportasi, tetapi hal ini juga dapat sekaligus menopang hidup masyarakat dengan mempekerjakan para tenaga kerja tersebut (sekali lagi) untuk program ini. Di pihak lain, kekhawatiran akan lumpur tersebut juga diharapkan dapat segera diatasi.
Kembali lagi ke poin pembangunan air minum, berkaitan dengan pengolahan sampah yang telah dilakukan sedemikian rupa, tidak membatasi kemungkinan ke depannya justru daerah ibukota dapat menjadi salah satu sumber mata air yang bagus (ditilik dari segi proses siklus air – dengan bantuan hujan yang dapat menetralisir kondisi pasca pengolahan sampah besar-besaran). Penanaman pohon juga sangat penting untuk menjadi tanggul penyimpanan air bersih yang berasal dari hujan. Pohon tidak lagi sekedar hiasan belaka (seperti yang selama ini terjadi, dimana pohon menjadi penghias ibukota dengan kondisi yang tidak terjaga-tidak hijau sama sekali) melainkan menjadi faktor penyelamat hidup bagi sesama. Pemberian bibit tanaman juga dirasa sangat penting kepada para masyarakat untuk kemudian dapat dibudidayakan di lingkungan tempat tinggal mereka, sehingga suasana hijau dapat ditemui dimanapun kita berada.
Saya melihat bahwa untuk pengolahan air minum ini juga memiliki peluang bagi para pemulung untuk lebih giat mencari botol-botol plastik yang nantinya bisa digunakan untuk kemasan daur ulang air minum. Hal ini tentunya melalui proses sterilisasi terlebih dahulu dengan mesin professional yang dapat memakai gas methana dari hasil pengkomposan sampah-sampah makanan yang lain. Para pemulung ini dapat berperan aktif dalam mengatasi sampah-sampah organik maupun tidak untuk kembali didaur ulang. Pembangunan air minum tidak semata hanya membangun sebuah perusahaan yang memproses air minum kemasan, tetapi juga menjamin tersedianya air minum bersih untuk masyarakat dalam jangka waktu yang panjang. Sangat disayangkan apabila air minum yang bersih tersebut harus kembali mencemari lingkungan dengan pemakaian kemasan plastik yang susah untuk didaur ulang. Oleh karena itulah, sangat penting untuk memproses kembali kemasan plastik yang terdahulu untuk dapat kembali dipergunakan secara bijak.
Adapun hal lain yang dapat mengurangi porsi kemiskinan di negeri ini adalah memberdayakan para pengangguran yang berada di tepi jalanan untuk transmigrasi ke daerah-daerah yang akan dikembangkan menjadi daerah pusat pembangunan air minum ke depannya dan mereka sendiri akan dipekerjakan disana sekaligus untuk memperbaiki taraf hidup mereka. Ya, saya sangat setuju dengan program transmigrasi yang bertujuan jelas seperti ini agar dapat mengimbangi kehidupan sosial di daerah dan perkotaan. Dengan melalui program transmigrasi secara tepat dan cepat, para pekerja akan dapat dilatih dan dipekerjakan dalam proyek pencarian mata air pegunungan dan kemudian mendistribusikannya ke perusahaan untuk diolah ataupun disalurkan ke masyarakat sekitar yang membutuhkan. Sejalan dengan program ini, aktivitas reboisasi juga bisa dilakukan secara efektif, dikarenakan pencarian mata air terkadang juga memerlukan aktivitas penggalian yang apabila tidak dikendalikan maka dapat merusak lingkungan.
Hal lainnya yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan air bersih tersebut (setelah melalui beberapa langkah di atas) ke dalam sistem pendingin ruangan. Saya sangat mengimpikan adanya perusahaan masa depan yang menggunakan air sebagai sumber pendingin ruangan, tidak lagi memakai CFC dan berbagai jenis gas berbahaya lainnya. Secara tidak langsung, apabila ada kemungkinan untuk teknologi seperti ini, maka akan memperluas lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Berangkat dari sistem pendingin ruangan, maka beragam teknologi lainnya juga bisa memakai air sebagai sumber komoditi utamanya (harus dicari tahu bagaimana untuk tidak mempertemukan listrik dan air dalam satu waktu). Dengan begitu maka sanitasi akan tercapai dan masyarakat tidak perlu lagi takut dengan gangguan penyakit yang biasanya ditularkan melalui media cair.
Sangat disarankan juga untuk melakukan pengecekan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu (hal ini bisa dilakukan bersamaan dengan perekrutan mereka sebagai tenaga kerja dalam berbagai program pembangunan air minum dan penanggulangan sampah). Hal ini dilakukan guna untuk mengembangkan kegiatan sanitasi yang sekaligus dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ada baiknya apabila diadakan studi banding ke negara-negara maju lainnya yang telah lebih terdahulu mengembangkan berbagai teknologi ramah lingkungan dan mampu menunjang kebutuhan air bersih bagi masyarakatnya. Menyejajarkan standar kebersihan kita dengan Negara-negara maju tersebut sangatlah penting, karena mendorong kita untuk terus membina kebersihan lingkungan dan makanan agar dapat melewati seluruh prasyarat dari standar itu sendiri.
Dapat saya perjelas lagi dari poin awal essai ini, bahwa untuk merealisasikan program penunjangan kualitas hidup masyarakat dengan membangun air minum dan sanitasi, diperlukan terlebih dahulu kesadaran dari diri masing-masing akan pentingnya hal tersebut bagi dirinya pribadi. Tidak cukup dengan kesadaran saja, melainkan harus juga ditunjang dengan sikap teladan (contoh) dari sukarelawan yang mencintai lingkungan ini, contohnya penanaman pohon, proses penyaringan air yang baik dan benar. Berlanjut ke arah pengolahan sampah yang efektif dapat secara tidak langsung menyelesaikan persoalan sosial (contohnya penanganan lumpur Sidoardjo). Pelatihan yang intensif kepada para calon tenaga kerja disertai dengan transmigrasi ke wilayah yang masih perlu dikembangkan, juga merupakan rangkaian dari langkah-langkah inisiatif dalam program ini. Belajar ke negeri tetangga sungguh dapat menjadi dorongan bagi para praktisi muda untuk mencontoh cara kerja efektif mereka dalam mewujudkan program lingkungan seperti ini. Hingga pada akhirnya yaitu pengecekan kesehatan secara rutin yang dianggap sebagai langkah terakhir untuk memastikan bahwa umpan balik dari program ini adalah positif dan sesuai dengan harapan kita semua.
Kesemua langkah di atas sangat erat kaitannya dengan air bersih, dan tetap menjadi prioritas utama bagi kita untuk mendahulukan program pengadaan air bersih bagi masyarakat.
Beragam penelitian telah menunjukkan ribuan manfaat dari air bersih itu sendiri. Salah satu yang paling penting adalah untuk meningkatkan kesehatan manusia. Air bersih adalah satu-satunya obat alami yang mampu membantu menangkal datangnya penyakit ke dalam tubuh kita.  Oleh karena itu, tunggu apalagi? Mari kita segera memulainya dari hidup kita sendiri. Sekian.