Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Tampilkan postingan dengan label uts. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label uts. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2011

Integrated Marketing Communication [part 1]

Hei fellas!
it's been a long time since i seldom post anything in here again.
So, as usual am gonna using this blog to post my thoughts again related to my discipline (or you can call it as "reason-to-clarify", because i will use it to learn for my mid exam :P)

First is about Website, everybody do know about web site right? According to Rayport and Jaworski (2004), web site has increasingly being used because it became tool of marketing communications. We can know something faster via sharing through web site.

We should prepare well for our organization's web site,
Here are the 7Cs of the customer interface (things you should know before making an awesome web site):
1. Context = layout and design of web site
2. Content = text, sound, pictures and video material
3. Community = site-enabled, user-to-user communication
4. Customization = site facilities to tailor itself to user needs
5. Communication = the ways in which two-way communication is enabled
6. Commerce = ability to enable commercial transactions
7. Connection = the number of other linked sites.

That's for web site. We'll meet again for another part, stay tune!

Rabu, 17 November 2010

Introduction of Journalism


Jelaskan apa yang Anda ketahui tentang pers dan jurnalistik!


Jawab: yang saya ketahui tentang pers adalah suatu lembaga yang menangani berbagai macam kegiatan pencarian berita (informasi) yang ditujukan untuk disebarluaskan kepada khalayak umum. Contoh pers adalah media massa modern / elektronik seperti RRI (Radio Republik Indonesia), Metro TV, dan media massa tradisional seperti surat kabar Kompas. Lebih lanjut, istilah “lembaga” ditujukan kepada badan yang menaungi semua bagian media massa itu.


Sedangkan yang saya ketahui tentang jurnalistik adalah kegiatan yang menyangkut kewartawanan, dimana terjadi proses mencari dan mengumpulkan berita (bekerja di balik layar penerbitan berita di media).


Jelaskan teori-teori/falsafah pers yang ada!

Jawab: teori-teori/falsafah pers yang ada akan saya jabarkan sebagai berikut:
  • Teori Pers Otoriter, yaitu teori yang berprinsip bahwa pers harus mendukung pemerintah sepenuhnya dan mengabdi kepada negara. Misalnya pada masa pemerintahan Pak Soeharto, yang memboikot beberapa pihak media massa yang berani berhaluan arah dengan kehendak pemerintah. Hal ini terjadi karena negara mempunyai kekuasaan absolut, apapun yang dikatakan oleh pemerintah harus sepenuhnya diterima oleh rakyat melalui perantara pers yang mendukung pemerintah sepenuhnya.
  • Teori Pers Bebas, yaitu teori yang bertolak belakang dengan Teori Pers Otoriter, dimana teori ini memandang bahwa masyarakat (audience) sebagai makhluk sosial yang kritis, sehingga pers ini berhak secara bebas mengupas seluk beluk gerakan pemerintah (mengawasi) dan tentunya bebas dari pengaruh / kendali pemerintah. Kebebasan pers dalam teori ini bersifat tak terbatas.
  • Teori Pers Tanggung Jawab Sosial, yaitu teori yang mengemukakan bahwa pers tidak selamanya dapat bertindak sebebas-bebasnya, akan tetapi ada tanggung jawab sosial yang membatasinya. Pers diharapkan dapat menyajikan berita yang terpercaya, lengkap, cerdas, dapat menampung segala pertukaran komentar dan kritik, dapat memproyeksikan kelompok-kelompok masyarakat, menjelaskan tujuan dan nilai dari masyarakat, serta memberikan akses terhadap informasi yang tersembunyi. Singkatnya, teori ini merupakan revisi dari Teori Pers Bebas dimana terbatasnya kebebasan pers dan harus mempertimbangkan kepentingan sosial pula.
  • Teori Pers Komunis Soviet, yaitu teori yang menerangkan bahwa pers harus memelihara pengawasan yang dibuat pemerintah terhadap segala kegiatan sebagaimana dalam kehidupan komunis. Tidak terdapat pers swasta atau kalangan bebas lainnya, yang ada hanyalah pers pemerintah. Teori ini membatasi adanya kekuasaan absolut dari pemerintah untuk menguasai sepenuhnya media pers, akan tetapi yang diakui hanyalah pers pemerintah.
Jelaskan fungsi pers dalam dunia dewasa ini!
Jawab: fungsi pers dalam dunia dewasa ini adalah:

Informatif
Kita ketahui bahwa fungsi utama pers adalah memberitahukan kepada khalayak ramai tentang suatu informasi yang belum diketahui, sehingga terjadi perpindahan arus informasi dari satu pihak ke pihak yang lain dan memungkinkan adanya perubahan sosial.

Kontrol kinerja (pemerintah dan perusahaan)

Pers juga berfungsi sebagai pengawas daripada kinerja pemerintah dan perusahaan-perusahaan yang ada (terutama Badan Usaha Milik Negara / BUMN). Hal ini dapat dilakukan dengan membeberkan sejumlah fakta yang terjadi selama masa kerja perusahaan tersebut, ataupun semacam evaluasi dan saran untuk memperbaiki kinerja tersebut.


Interpretatif dan direktif
Pers berfungsi sebagai wadah penafsir suatu berita yang terjadi (misalnya adanya opini / pendapat berkaitan dengan suatu peristiwa sehingga pembaca dapat dengan cerdas mengartikan suatu peristiwa yang terjadi). Pers juga berfungsi sebagai media pembimbing, seperti menyediakan petunjuk-petunjuk untuk membuka rekening baru di suatu bank.


Menghibur

Pers berfungsi sebagai pelepas ketegangan dengan memberikan informasi yang menghibur dan dapat menciptakan suasana nyaman pada diri audience.


Regeneratif
Pers berfungsi sebagai pihak yang bertugas untuk menceritakan kembali setiap detail bagaimana suatu peristiwa dapat terjadi (latar belakang) sehingga dapat diketahui oleh masyarakat luas tanpa menimbulkan ambiguitas di kalangan tertentu.


Melindungi hak warga negara
Pers berfungsi untuk melindungi hak warga negara dengan mengemukakan keluhan warga, menentang terjadinya pelecehan terhadap Hak Asasi Manusia.


Ekonomi
Pers juga dapat berfungsi dengan baik di bidang ekonomi, terutama dalam meraup keuntungan. Misalnya dalam pemasangan iklan dan berita-berita khusus yang bernilai penting bagi pihak tertentu.


Swadaya
Pers berfungsi sebagai badan yang netral dalam mengemukakan suatu kebenaran di balik terjadinya suatu peristiwa, sekalipun orang yang membiayai media ini memiliki kepentingan tersendiri dan bertindak secara tidak professional, akan tetapi pers tetap akan berusaha netral tanpa mengesampingkan seorang manusia manapun

jia youuu~


Minggu, 25 April 2010

prinsip management chapter 4

hai hai hai.. kali ini kita akan membahas tentang PLANNING atau perencanaan..
singkat aja yeee... berhubung uda mau subuh.. kwkwkkw
1. analisis keadaan dulu... (crosscheck ke lapangan)
2. beberapa tujuan dan rencana yang mungkin dipilih
3. evaluasi tujuan dan rencana tersebut.
4. pemilihan tujuan dan rencana
5. penerapan
6. pengawasan jalannya perencanaan tersebut.

*single use plan: yaitu rencana untuk sesuatu yang mungkin tidak akan diulang lagi di masa yang akan datang, misalnya "pembangunan 10 jalur kereta api di tahun 2010 ini"
*standing plan: yaitu rencana untuk kegiatan yang berlaku secara teratur dan selama organisasi itu berdiri, misalnya prosedur ataupun peraturan yang berlaku di sebuah perusahaan.
*contingency plan: yaitu rencana cadangan apabila rencana pokok gagal dalam penerapannya.

tingkatan perencanaan:
-strategic planning : berorientasi ke luar dan jangka panjang, meliputi bagian utama dari perusahaan
-tactical planning: menerjemahkan tujuan dan strategi agar lebih spesifik dan dapat disesuaikan dengan divisi masing-masing.
-operational planning: berfokus pada tugas rutin.

*strategi bisnis:
-low cost strategy; strategi menerapkan harga yang rendah agar dapat menguasai pasar dan memimpin harga. bersifat efisien dan produk yang ditawarkan cenderung standar.
-differentiation strategy; mengutamakan unik / khas, misalnya kualitas yang tinggi, pelayanan dan pemasaran yang memuaskan.
-functional strategy: memaksimalkan dan konsisten dalam spesialisasi divisi masing-masing.

*strategy control:
-strategic budget: untuk jangka panjang
-operational budget: untuk jangka pendek

*formulasi strategi:
-concentration strategy; berfokus pada satu persaingan bisnis di dalam 1 industri
-vertical integration: melebarkan wilayah pemasaran
-concentric diversification: mengalihkan pada bisnis yang masih berhubungan dengan bisnis inti perusahaan
-conglomerate diversification: melebarkan wilayah ke bisnis yang tidak saling berhubungan.

finish---

prinsip management chapter 3

proses pembuatan keputusan sangat penting kaitannya dengan kelangsungan suatu organisasi. oleh karena itu, mari kita menilik lebih lanjut mengenai pembuatan keputusan ini.

*karakteristik.
-keputusan yang kurang berstruktur
-ketidakpastian yang melatarbelakangi keputusan tersebut.
-keputusan yang berisiko (memiliki kesuksesan kurang dari 100 %)
-keputusan yang menciptakan konflik (di dalam psikologi pembuat keputusan ataupun antar pelaku perusahaan).

*halangan
-bias psikologi, dimana adanya ilusi kontrol (kepercayaan bahwa seseorang dapat saja mempengaruhi jalannya keputusan tersebut), pembingkaian pengaruh (tentang bagaimana cara mengemas sebuah keputusan agar dapat diterima oleh semua pihak / kerangka berpikir mereka), dan pengabaian masa depan (dimana keputusan kita dapat saja berefek negatif terhadap masa depan perusahaan kita)
-tekanan waktu
-realita sosial yang terjadi

tingkatan mengambil / membuat keputusan
1. identifikasi dan diagnosa permasalahan
2. generating alternative solutions.. misalnya memakai cara yang pernah dipakai untuk permasalahan yang sama (ready made solutions), ataupun membuat keputusan baru dan kreatif (custom made solutions).
3. evaluating alternatives. menentukan nilai dari alternatif tersebut dan membangun sebuah contingency plan yang berfungsi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga.
4. making the choice. mulai dari memaksimalkan pandangan terhadap suatu permasalahan (positive thinking rather than negative one)
5. penerapan keputusan, harus mengerti mengapa keputusan itu dibuat dan dipilih serta memerlukan suatu komitmen.
6. evaluating the decision

model proses pengambilan keputusan
1. incremental model, dimana diberikan poin-poin tambahan untuk sebuah keputusan yang diambil. model ini diterapkan apabila diperlukan solusi yang lebih banyak.
2. coalitional model, dimana terdapat koalisi dan negosiasi di antara dua kubu yang bertentangan (mendukung dan tidak mendukung sebuah tujuan).
3. garbage can model, mengambil secara acak suatu keputusan, karena orang-orang tidak yakin terhadap tujuan mereka dan apa yang harus dilakukan.

sebuah pengambilan keputusan yang efektif, memerlukan hal-hal berikut:
*leadership
-menghindari dominasi
-menghargai masukan
-menghindari terjadinya spiral of silence, dan pengambilan keputusan yang seadanya (tidak optimal)
-mengingat tujuan (tidak melenceng)

*constructive conflict
-adanya konflik kognitif (pemikiran), afektif (emosional), penjurian, dan debat yang semuanya mengarah ke pembangunan sebuah keputusan yang baik.

finish--

prinsip management chapter 2

di dalam menangani masalah organisasi (baca: me-manage), kita seringkali menghadapi problem bukan saja dari dalam perusahaan, melainkan juga dari luar perusahaan yaitu lingkungan luar.
lingkungan luar sendiri terbagi menjadi dua, yaitu lingkungan persaingan dan lingkungan makro.

lingkungan persaingan (competitive environment) yaitu lingkungan yang lebih dekat dengan perusahaan dan berkontak langsung dengan perusahaan tersebut.
-pesaing (rivals)
-pendatang baru (new entrants), misalnya peraturan pemerintah yang baru
-pengganti (subtitutes), misalnya kartu gsm yang mengganti permintaan akan telepon rumah.
-pemasok (suppliers), pemasok bahan baku bagi produk kita.
-konsumen (buyers), ada konsumen akhir dan konsumen antara (baca: grosir).

lingkungan makro (macroenvironment) adalah faktor-faktor dasar yang secara tidak langsung mempengaruhi kebijakan dari perusahaan itu sendiri.
-hukum dan peraturan (laws and regulations)
-perekonomian (the economy)
-demografi, yaitu susunan, jumlah dan perkembangan masyarakat.
-nilai sosial, yaitu berkaitan dengan masalah sosial dan lingkungan alam (misalnya peran pekerja wanita dan proteksi alam "go green")
-teknologi

untuk mengetahui apa yang terjadi di lingkungan eksternal tersebut, kita tentunya perlu mengadakan analisis, seperti:
-ketidakpastian lingkungan (adanya kompleksitas dan dinamis), kita harus mampu mengumpulkan, memilih dan menafsirkan informasi tersebut.
-pemindaian lingkungan, kita harus mampu menggali makna yang terkandung di balik informasi tentang lingkungan eksternal tersebut, apakah mendukung persaingan kita atau tidak.
-pengembangan skenario, sebuah pemikiran tentang kondisi masa depan, dapat berupa kasus baik (best case) ataupun kasus buruk (worst case)
-perkiraan, yaitu prediksi akan perubahan
-pembandingan, dimana kita membandingkan praktek kerja dan teknologi perusahaan kita dengan perusahaan yang lain, sehingga kita mengetahui letak kelemahan dan kelebihan kita dimana.

tahap selanjutnya adalah menanggapi informasi tentang lingkungan luar kita tersebut. adapun caranya adalah sebagai berikut.
-adaptasi dengan lingkungan.
bila perubahan diakibatkan karena kompleksitas, maka kita perlu menciptakan keputusan yang tidak memusat, seperti melibatkan para pekerja untuk turut andil dalam membuat keputusan.
jika perubahan lingkungan diakibatkan adanya kondisi dinamis (selalu berubah-ubah), maka kita perlu membentuk struktur organisasi yang fleksibel. untuk tingkat dinamis yang rendah, kita dapat membentuk struktur organisasi dengan pola tingkatan / hierarki. dan untuk tingkat dinamis yang tinggi, kita dapat membentuk struktur dengan pekerja yang tetap (terlepas apakah berbentuk hierarki atau tidak).

-mempengaruhi lingkungan, dapat secara independen (bergerak sendiri) ataupun kooperatif dengan perusahaan lain.

-mengubah lingkungan, dimana diperlukannya ketangkasan dalam mencari / menyelidiki hal-hal baru.

finish--

prinsip management chapter 1

pertama-tama kita melihat adanya kegunaan dari belajar manajemen itu sendiri..
hmm,, manajemen itu kan proses bekerja dengan orang-orang dan sumber daya (bisa berupa bahan baku ataupun mesin, dsb) secara efektif dan efisien..
apa sih perbedaan efektif dan efisien??
nah, efektif itu adalah bahwa apa yang kita kerjakan itu membawa hasil atau pengaruh yang kita inginkan (istilahnya itu kita tidak sia-sia)/tujuan tercapai.
sedangkan efisien itu adalah bahwa kita menggapai tujuan dengan pengorbanan seminimal mungkin atau tepat guna..

*manajemen di era terkini..
-internet; kita ketahui bahwa perusahaan maya dan nyata memiliki batasan yang kian kabur. sulit sekali untuk membedakan mana perusahaan yang benar-benar ada secara nyata ataupun hanya eksis di dunia maya belaka. perusahaan yang maju akan sangat memanfaatkan internet dalam rangka melebarkan sayapnya untuk menjangkau konsumen yang banyak dan permintaan yang melimpah. menguasai internet adalah suatu kewajiban bagi para pemimpin organisasi.

-globalisasi; tidak dapat dipungkiri bahwa di dunia sekarang, jarang sekali ditemukan adanya isolasi sebuah perusahaan dari lingkungan luar.. sehingga sangat penting untuk memanfaatkan status transnasional bagi sebuah perusahaan untuk bergerak di luar kontrol pemerintah, dan hal ini berakibat pada tindakan perusahaan-perusahaan kecil yang meskipun tidak berskala internasional, akan tetapi mesti menetapkan strategi yang didasarkan pada kesepakatan internasional.

-manajemen pengetahuan; sebagai seorang manajer yang unggul, kita harus bisa menemukan dan memanfaatkan sumber intelektual dari pelaku-pelaku di organisasi kita. seperti keahlian, kemampuan, kebijaksanaan dan jalinan relasi yang ada. perusahaan yang hebat adalah perusahaan yang mampu menyatukan kekuatan intelektual mereka.

-kolaborasi di luar batas; hal ini mengindikasikan adanya pemanfaatan ide-ide yang "baru" dan berada di luar batasan perusahaan tradisional dalam rangka melebarkan jangkauan perusahaan. misalnya adanya penggandengan perusahaan yang bergerak di bidang lain untuk melahirkan sebuah produk yang lebih menarik perhatian masyarakat.

*manajemen keunggulan bersaing.
-persaingan harga
-kualitas produk
-ketangkasan / kecepatan bertindak
-inovasi

*prinsip kekal dari manajemen
-planning / menetapkan tujuan yang spesifik dan tindakan yang sesuai untuk mewujudkan tujuan tersebut.
-organizing / merakit dan mengkoordinasi pembagian tugas yang sesuai dengan keahlian masing-masing.
-leading / memimpin dan merangsang orang-orang agar bekerja semaksimal mungkin serta memberikan kontribusi berupa ide-ide.
-controlling / mengawasi serta menerapkan perubahan yang diperlukan. memastikan pula apakah tujuan tercapai atau tidak.

*level dari manajemen
-top level managers; tingkat tertinggi dari manajemen ini berfokus pada strategi.
-middle level managers; berfokus pada penerjemahan strategi menjadi taktik untuk dijalankan, dan menghubungkan ide antara atasan dengan bawahan.
-frontline managers; berfokus pada kegiatan operasional, berhubungan langsung dengan lapangan.

*keahlian manajemen:
-keahlian teknis (yang berhubungan langsung dengan produksi)
-keahlian konseptual dan keputusan (mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah)
-keahlian antarpribadi dan komunikasi (pelatihan, kerja tim, dan berbagi informasi)

finish--

Rabu, 21 April 2010

Hapalan

faktor-faktor yang mempengaruhi besar tidaknya efek komunikasi massa:
-faktor individu:
  • selective attention (memperhatikan pesan yang hanya sesuai dengan minatnya saja), selective perception (mencari pesan yang sesuai dengan kecenderungan dirinya), dan selective retention (cenderung mengingat pesan yang ingin diingatnya saja- contoh: seorang mahasiswa yang hanya ingin mengingat materi kisi-kisi saja ketika UTS/UAS).
  • motivation and learning.
  • beliefs, needs, values, and opinions.
  • persuability
  • personality and adjustment
-faktor sosial:
  1. umur dan jenis kelamin
  2. pekerjaan dan pendapatan
  3. agama dan tempat tinggal
  4. pendidikan dan latihan

Selasa, 17 November 2009

Pengantar Sosiologi

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat dan proses sosial yang terjadi di dalamnya (interaksi dan struktur serta keterkaitan antar ilmu-ilmu sosial yang ada).

Sosiologi dikategorikan sebagai suatu ilmu, karena telah memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:
>empiris: karena dilakukan melalui observasi dari kenyataan yang ada dan dapat diterima dengan akal sehat.
>nonetis: dimana sosiologi tidak mempermasalahkan baik buruknya suatu fakta, melainkan tujuan dari menyelesaikan masalah dalam fakta yang terjadi tersebut.
>teoritis: sosiologi memiliki kerangka unsur-unsur secara logis dan merupakan kesatuan sebab-akibat sehingga dapat dikaji secara teori.
>kumulatif: sosiologi berkembang dari ilmu-ilmu sosial lainnya dan terus mengalami perkembangan.

Budaya memiliki empat lapisan sebagai berikut:
>Lapisan pertama, yaitu wujud material, misalnya bangunan, alat-alat teknologi.
>Lapisan kedua, yaitu tingkah laku, misalnya ramah dan murah hati.
>Lapisan ketiga, yaitu sistem gagasan, masyarakat selalu membawa gagasan kemanapun mereka pergi. gagasan ini dapat berupa pemikiran.
>Lapisan keempat, yaitu nilai budaya, ketiga lapisan di atas membentuk suatu kesatuan yang memiliki nilai yang menjurus ke pembentukan kebudayaan.

Budaya memiliki unsur-unsur sebagai berikut (menurut Kluckhon):
>Teknologi
>Organisasi
>Sistem pengetahuan
>Bahasa
>Kesenian
>Ekonomi
>Religi

Sosiologi bermanfaat untuk:
>membantu kita memahami masyarakat dan dunia secara kritis;
>menghayati perbedaan-perbedaan yang ada di dalam masyarakat itu;
>memahami setiap tekanan dan kesempatan yang mempengaruhi hidup;
>membantu kita agar lebih bisa berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Fungsi kebudayaan:
>mengatasi tekanan hidup;
>sebagai wadah dan wahana untuk mengembangkan diri;
>pedoman memenuhi kebutuhan hidup.

Masyarakat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
>manusia yang hidup bersama;
>hidup bersama dalam waktu yang cukup lama;
>mereka sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan;
>mereka adalah sistem hidup bersama, sistem hidup bersama yang memicu adanya interaksi dan menimbulkan kebudayaan.

August Comte melihat masyarakat sebagai tiga tahap:
>secara teologis: bahwa pada awalnya masyarakat mempercayai keteraturan sosial dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan supranatural;
>secara metafisis: yaitu transisi antara teologis menuju positif, dimana masyarakat mulai mempercayai kekuatan alam yang dapat dijelaskan secara akal sehat (rasional);
>positif: yaitu tahap dimana masyarakat telah mempercayai data-data yang bersifat empiris, yang didasarkan observasi terhadap realita-realita yang ada.

E.B. Tylor memberikan definisi mengenai kebudayaan sebagai suatu kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Senin, 16 November 2009

Communication Skill [Year 1]

*Sejarah ilmu komunikasi
(menurut wikipedia): bermula dari suatu keterampilan mengelola surat kabar (yang dinamakan Zaitungskunde di Eropa, dan Jurnalistik di Amerika), kemudian berkembang dan berubah menjadi suatu disiplin ilmu yang dikenal dengan nama Ilmu Komunikasi.)
(menurut Bimay):
=pada awalnya komunikasi dianggap sesuatu hal yang biasa dalam kehidupan masyarakat.
=sejak abad 5SM, di Yunani berkembang ilmu retorike yang mengkaji proses pernyataan antara manusia. Ilmu tersebut berisi seni berdebat, berpidato, dan berargumentasi.
=pada masa Julius Caesar, dibuat "Acta Diurma" yang menandakan dikenalnya tulisan secara luas.
=ditemukannya kertas dan mesin cetak oleh Johannes Guttenberg (1400-1468).

*Komunikasi sebagai studi ilmiah, dimana ilmu komunikasi itu sendiri telah memenuhi kualifikasi sebagai berikut:
>obyektif: objek kajiannya berupa masyarakat dan media (termasuk perilaku peserta komunikasi itu sendiri).
>metodis: ilmu komunikasi memiliki metode kajian yang sama seperti ilmu-ilmu sosial lainnya.
>sistematis: ilmu komunikasi mengikuti struktur pembahasan dan analisa yang teratur.
>universal: ilmu komunikasi menyelidiki pernyataan antar manusia secara umum.


*Tiga kerangka pengertian komunikasi:
>komunikasi sebagai tindakan satu arah.
komunikasi yang tidak melibatkan tanya jawab, berorientasi pada sumber, kepentingan komunikator dipahami sebagai sesuatu yang terencana, penyampaian pesan dilakukan secara efektif dan bersifat instrumental (komunikasi sebagai alat untuk menginformasikan sesuatu dengan tujuan), dan bersifat persuasif. Struktur umumnya adalah sumber (source), pesan (message), saluran (channel), penerima (receiver), dan efek (effect).

>komunikasi sebagai interaksi
komunikasi yang memiliki tautan (sebab-akibat), dimana setiap peserta komunikasi secara bergantian menjadi pengirim dan penerima pesan. Akan tetapi pengertian kedua ini masih cenderung mekanis dan statis.

>komunikasi sebagai transaksi
terjadinya partisipasi aktif semua peserta komunikasi, dan pada saat yang sama juga dapat saling mempengaruhi. Pengertian ketiga ini cenderung menganggap komunikasi sebagai sesuatu yang dinamis (berubah-ubah).


*Perspektif mekanistis dalam komunikasi adalah pandangan yang menekankan pada proses penyampaian informasi itu sendiri (saluran/channel yang digunakan). Efek diyakini dapat diciptakan dengan menghilangkan gangguan-gangguan yang ada sepanjang pengiriman pesan tersebut. Bentuk umum dari perspektif ini adalah SMR (pada awalnya) yaitu Source-Message-Receiver, dan berkembang menjadi SMCRE yaitu Source-Message-Channel-Receiver-Effect.

*Prinsip-prinsip komunikasi:
1. Komunikasi merupakan proses simbolik;
2. Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi;
3. Mempunyai dimensi isi dan hubungan;
4. Berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan;
5. terjadi dalam konteks ruang dan waktu;
6. Melibatkan prediksi peserta komunikasi;
7. Bersifat irreversible;
8. Semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin efektif suatu komunikasi;
9. Bersifat nonsekuensial (tidak satu arah, melainkan dua arah);
10. bersifat sistemik (dipengaruhi oleh sistem internal ataupun eksternal);
11.bersifat prosesual, dinamis, dan transaksional;
12. Bukan merupakan panasea (obat mujarab) dalam menyelesaikan berbagai masalah.


*Model komunikasi antarpribadi:
>berlangsung secara spontan;
>tidak berstruktur;
>terjadi secara kebetulan;
>tidak mengejar tujuan yang direncanakan;
>identitas keanggotaannya tidak jelas;
>terjadi hanya sambil lalu.


*Persepsi adalah suatu aktivitas yang mengandaikan adanya proses penginderaan, atensi dan interpretasi.

Persepsi terdiri dari dua tingkatan secara khusus, yaitu:
>Persepsi terhadap lingkungan fisik (misalnya persepsi terhadap sebongkah tanah liat).
>Persepsi sosial yang berdasarkan pengalaman, bersifat selektif, dugaan, evaluatif dan kontekstual.

Persepsi dan hubungannya dengan budaya:
>kepercayaan, nilai, dan sikap.
>organisasi sosial.
>tabiat manusia.
>pandangan dunia .
>orientasi kegiatan (siapa yang melakukan dan apa yang dilakukannya).
>persepsi tentang diri dan orang lain (misalnya kolektivis ataupun individualis).


*Kekeliruan yang sering terjadi dalam persepsi:
>kesalahan atribusi, yaitu kesalahan dalam memahami apa yang melatarbelakangi perilaku orang lain.
misalnya kita sering berpersepsi bahwa seseorang itu rajin ketika secara kebetulan kita mendapati bahwa dia sedang mengerjakan tugasnya. Padahal mungkin saja waktu itu, dia sedang diawasi oleh atasannya sehingga menyebabkan dia mendadak menjadi rajin.

>efek halo, apabila suatu pernyataan yang biasa-biasa saja jika dikemukakan oleh seorang awam, akan tetapi akan berdampak luar biasa apabila dinyatakan oleh seorang tokoh yang berpengaruh.

>stereotip, adalah suatu penggeneralisasian persepsi terhadap orang-orang tertentu, baik secara suku, agama, gender, maupun bentuk fisik.
misalnya; *laki-laki berpikir rasional, ataupun orang Prancis itu romantis.

>prasangka, yaitu sikap tidak adil terhadap orang lain karena memberikan definisi atau pandangan tanpa mempertimbangkan faktor internal individu tersebut.

>gegar budaya, yaitu ketidakmampuan seseorang untuk beradaptasi dengan lingkungan sosialnya yang baru.

Ngedate Bareng Sosio Part II

1. Mengapa sarjana sosiologi perlu mempelajari atau menguasai ilmu komunikasi?
=> agar sarjana sosiologi tersebut mengetahui cara yang tepat untuk menginformasikan pandangan, pemecahan, ataupun pemahaman secara benar kepada masyarakat lingkungan sosialnya.

2. Apa yang Anda ketahui tentang August Comte?
=> yang saya ketahui tentang beliau adalah
August Comte atau juga Auguste Comte (Nama panjang: Isidore Marie Auguste François Xavier Comte;lahir di Montpellier, Prancis, 17 Januari 1798 – meninggal di Paris, Prancis, 5 September 1857 pada umur 59 tahun) adalah seorang ilmuwan Perancis yang dijuluki sebagai "bapak sosiologi". Dia dikenal sebagai orang pertama yang mengaplikasikan metode ilmiah dalam ilmu sosial.

Comte lahir di Montpellier, sebuah kota kecil di bagian barat daya dari negara Perancis. Setelah bersekolah disana, ia melanjutkan pendidikannya di Politeknik École di Paris. Politeknik École saat itu terkenal dengan kesetiaannya kepada idealis republikanisme dan filosofi proses. Pada tahun 1818, politeknik tersebut ditutup untuk re-organisasi. Comte pun meninggalkan École dan melanjutkan pendidikannya di sekolah kedokteran di Montpellier.

Tak lama kemudian, ia melihat sebuah perbedaan yang mencolok antara agama Katolik yang ia anut dengan pemikiran keluarga monarki yang berkuasa sehingga ia terpaksa meninggalkan Paris. Kemudian pada bulan Agustus 1817 dia menjadi murid sekaligus sekertaris dari Claude Henri de Rouvroy, Comte de Saint-Simon, yang kemudian membawa Comte masuk ke dalam lingkungan intelek. Pada tahun 1824, Comte meninggalkan Saint-Simon karena lagi-lagi ia merasa ada ketidakcocokan dalam hubungannya.

Saat itu, Comte mengetahui apa yang ia harus lakukan selanjutnya: meneliti tentang filosofi positivisme. Rencananya ini kemudian dipublikasikan dengan nama Plan de travaux scientifiques nécessaires pour réorganiser la société (1822) (Indonesia: Rencana studi ilmiah untuk pengaturan kembali masyarakat). Tetapi ia gagal mendapatkan posisi akademis sehingga menghambat penelitiannya. Kehidupan dan penelitiannya kemudian mulai bergantung pada sponsor dan bantuan finansial dari beberapa temannya.

Ia kemudian menikahi seorang wanita bernama Caroline Massin. Comte dikenal arogan, kejam dan mudah marah sehingga pada tahun 1826 dia dibawa ke sebuah rumah sakit jiwa, tetapi ia kabur sebelum sembuh. Kemudian setelah kondisinya distabilkan oleh Massin, ia mengerjakan kembali apa yang dulu direncanakannya. Namun sayangnya, ia bercerai dengan Massin pada tahun 1842 karena alasan yang belum diketahui. Saat-saat diantara pengerjaan kembali rencananya sampai pada perceraiannya, ia mempublikasikan bukunya yang berjudul Le Cours de Philosophie Positivistic.

Pada tahun 1844, Comte menjalin kasih dengan Clotilde de Vaux, dalam hubungan yang tetap platonis. Setelah Clotilde wafat, kisah cinta ini menjadi quasi-religius. Tak lama setelahnya, Comte, yang merasa dirinya adalah seorang penemu sekaligus seorang nabi dari "agama kemanusiaan" (religion of humanity), menerbitkan bukunya yang berjudul Système de politique positive (1851 - 1854).

Dia wafat di Paris pada tanggal 5 September 1857 dan dimakamkan di Cimetière du Père Lachaise.

Peninggalan
motto Ordem e Progresso ("Order and Progress") yang tertulis pada bendera Brazil terinspirasi dari motto postivisme August Comte: L'amour pour principe et l'ordre pour base; le progrès pour but ("Cinta sebagai sebuah prinsip dan perintah sebagai basisnya; proses sebagai tujuannya"). Kata-kata tersebut dijadikan motto karena berdasarkan fakta, orang-orang yang melakukan kudeta militer yang kemudian menjatuhkan monarki dan memproklamasikan Brazil sebagai republik adalah para pengikut pemikiran Comte.

Comte melihat satu hukum universal dalam semua ilmu pengetahuan yang kemudian ia sebut sebagai 'hukum tiga fase'. Melalui hukumnya ia mulai dikenal di seluruh wilayah berbahasa Inggris (English-speaking world); menurutnya, masyarakat berkembang melalui tiga fase: Teologi, Metafisika, dan tahap positif (atau sering juga disebut "tahap ilmiah").

Fase Teologi dilihat dari prespektif abad ke-19 sebagai permulaan abad pencerahan, dimana kedudukan seorang manusia dalam masyarakat dan pembatasan norma dan nilai manusia didapatkan didasari pada perintah Tuhan. Meskipun memiliki sebutan yang sama, fase Metafisika Comte sangat berbeda dengan teori Metafisika yang dikemukakan oleh Aristoteles atau ilmuwan Yunani kuno lainnya; pemikiran Comte berakar pada permasalahan masyarakat Perancis pasca-revolusi PerancisRevolusi. Fase Metafisika ini merupakan justifikasi dari "hak universal" sebagai hal yang pada [atas] suatu wahana [yang] lebih tinggi dibanding otoritas tentang segala [penguasa/penggaris] manusia untuk membatalkan perintah lalu, walaupun berkata [hak/ kebenaran] tidaklah disesuaikan kepada yang suci di luar semata-mata kiasan. Apa yang ia mengumumkan dengan istilah nya Tahap yang ilmiah, Yang menjadi nyata setelah kegagalan revolusi dan [tentang] Napoleon, orang-orang bisa temukan solusi ke permasalahan sosial dan membawa [mereka/nya] ke dalam kekuatan di samping proklamasi hak azasi manusia atau nubuatan kehendak Tuhan. Mengenai ini ia adalah serupa untuk Karl Marx Dan Jeremy Bentham. Karena waktu nya, ini gagasan untuk suatu Tahap ilmiah telah dipertimbangkan terbaru, walaupun dari suatu sudut pandang kemudiannya [itu] adalah [yang] terlalu derivative untuk ilmu fisika klasik dan sejarah akademis.

Hukum universal lain [yang] ia [memanggil/hubungi] ' hukum yang seperti ensiklopedi'. Dengan kombinasi hukum ini, Comte mengembang;kan suatu penggolongan [yang] hirarkis dan sistematis dari semua ilmu pengetahuan, termasuk ilmu fisika tidak tersusun teratur ( ilmu perbintangan, ilmu pengetahuan bumi dan ilmu kimia) dan ilmu fisika organik ( biologi dan untuk pertama kali, bentuk badan sociale, dinamai kembali kemudiannya sociologie).

Ini gagasan untuk suatu science—not khusus ras manusia, [yang] bukan metaphysics—for sosial adalah terkemuka abad yang 19th dan tidak unik ke Comte. Ambitious—Many akan kata[kan grandiose—way yang Comte membayangkan tentangnya, bagaimanapun, adalah unik.

Comte lihat ilmu pengetahuan baru ini, sosiologi, [seperti;sebagai;ketika] [yang] terbesar dan yang ter]akhir dari semua ilmu pengetahuan, apa yang itu akan meliputi semua lain ilmu pengetahuan, dan yang akan mengintegrasikan dan menghubungkan penemuan mereka ke dalam suatu [yang] utuh kompak.

Comte’S penjelasan Filosofi yang positif memperkenalkan hubungan yang penting antar[a] teori, praktek dan pemahaman manusia dunia. Pada [atas] halaman 27 yang 1855 [yang] mencetak Harriet Martineau’S terjemahan Filosofi Auguste [yang] Yang positif Comte, kita lihat pengamatan nya bahwa, “ Jika adalah benar bahwa tiap-tiap teori harus didasarkan diamati fakta, [itu] dengan sama benar yang fakta tidak bisa diamati tanpa bimbingan beberapa teori. Tanpa . seperti (itu) bimbingan, fakta [kita/kami] akan bersifat tanpa buah dan tak teratur; kita tidak bisa mempertahankan [mereka/nya]: sebagian terbesar kita tidak bisa genap merasa [mereka/nya]. ( Comte, A. ( 1974 cetak ulang). Filosofi yang positif Auguste Comte [yang] dengan [cuma-cuma/bebas] yang diterjemahkan dan yang dipadatkan oleh Harriet Martineau. New York, NY: ADALAH Tekanan. ( Pekerjaan asli menerbitkan 1855, New York, NY: Calvin Blanchard, p. 27.)

Ia coined kata[an] "altruism" untuk mengacu pada apa yang ia percaya untuk menjadi kewajiban moral individu untuk melayani (orang) yang lain dan menempatkan minat mereka di atas diri sendiri. Ia menentang;kan [itu] gagasan untuk [hak/ kebenaran] individu, pemeliharaan yang mereka tidaklah konsisten dengan etis diharapkan ini ( Ini ( Catechisme Positiviste).

[Seperti] yang telah menyebutkan, Comte merumuskan hukum tiga langkah-langkah, salah satu [dari] teori yang pertama evolutionism yang sosial: pengembangan manusia itu ( kemajuan sosial) maju dari theological langkah, di mana alam[i] secara dongengan dipahami/dikandung dan orang [laki-laki] mencari penjelasan [dari;ttg] gejala alami dari mahluk hal-hal yang gaib, melalui/sampai metaphysical langkah di mana alam[i] telah membayangkan sebagai hasil mengaburkan kekuatan dan orang [laki-laki] mencari penjelasan [dari;ttg] gejala alami dari [mereka/nya] sampai yang akhir [itu] Positive Langkah di mana semua abstrak dan mengaburkan kekuatan dibuang, dan gejala alami diterangkan oleh hubungan tetap mereka. Kemajuan ini dipaksa melalui/sampai pengembangan pikiran manusia, dan meningkat(kan) aplikasi pikiran, pemikiran dan logika kepada pemahaman dunia.

Di (dalam) Seumur hidup Comte's, pekerjaan nya kadang-kadang dipandang secara skeptis sebab ia telah mengangkat Paham positifisme untuk a agama dan yang telah nama [sen]dirinya Sri Paus Paham positifisme. Ia coined istilah " sosiologi" untuk menandakan ilmu pengetahuan masyarakat yang baru]]. Ia mempunyai lebih awal menggunakan ungkapan [itu], " ilmu fisika sosial," untuk mengacu pada ilmu pengetahuan masyarakat yang positif; tetapi sebab (orang) yang lain, [yang] khususnya Orang statistik Belgia Adolphe Quetelet, dimulai yang telah untuk menggunakan itu memasukkan [adalah] suatu maksud/arti berbeda, Comte merasa[kan kebutuhan [itu] untuk menemukan [itu] pembentukan kata baru, " sosiologi," a hybrid tentang Latin " socius" (" teman") dan Yunani"?????" ( Logo, " Kata[An]").

Comte biasanya dihormati [ketika;seperti] lebih dulu Sarjana sosiologi barat ( Ibn Khaldun setelah didahului dia di (dalam) Timur dengan hampir empat berabad-abad). Penekanan Comte's pada [atas] saling behubungan [dari;ttg] unsur-unsur sosial adalah suatu pertanda [dari;ttg] modern functionalism. Meskipun demikian, [seperti/ketika] dengan (orang) yang lain banyak orang [dari;ttg] Waktu Comte's, unsur-unsur [yang] tertentu [dari;ttg] pekerjaan nya kini dipandang sebagai tak ilmiah dan eksentrik, dan visi agung sosiologi nya [sebagai/ketika] benda hiasan di tengah meja dari semua ilmu pengetahuan belum mengakar.

Penekanan nya pada [atas] suatu kwantitatif, mathematical basis untuk pengambilan keputusan tinggal dengan [kita/kami] hari ini. [Ini] merupakan suatu pondasi bagi dugaan Paham positifisme yang modern, analisa statistik kwantitatif modern, dan pengambilan keputusan bisnis. Uraian nya hubungan siklis yang berlanjut antar[a] teori dan praktek dilihat di sistem bisnis modern Total Manajemen Berkwalitas dan Peningkatan Mutu Berlanjut [di mana/jika] advokat menguraikan suatu siklus teori [yang] berlanjut dan praktek melalui/sampai four-part siklus rencana,, cek, dan bertindak. Di samping pembelaan analisis kuantitatif nya, Comte lihat suatu batas dalam kemampuan nya untuk membantu menjelaskan gejala sosial.


3. Apa syarat-syarat sebuah ilmu dikatakan ilmiah?
=> jika ilmu tersebut rasional (dapat diterima oleh akal sehat secara logika), terukur, dan bisa diuji (dapat diverifikasi oleh semua pihak dan telah melewati hasil eksperimen sebelumnya)