Kamis, 09 Februari 2012
Paper PTK - Advertising & Public Relation
Kamis, 15 Desember 2011
Organisasi dan Kemajuan Bangsa
Salah satu contoh pengorbanan ditinjau dari segi apa yang telah kita perbuat selama ini. Bercermin dari dunia bangsa-bangsa maju, diketahui bahwa pendidikan merupakan sisi paling sensitif dan penting yang menentukan arah suatu bangsa. Terlepas sedikit dari sisi pendidikan secara umum, mari kita masuk ke dalam kehidupan di dunia perguruan tinggi bangsa kita zaman ini.
Kisah-kisah para pelajar umumnya adalah sama, yaitu untuk menimba ilmu dari ruang kelas kemudian lulus, memulai kehidupan kerja dan berkeluarga. Hal tersebut tidaklah cukup untuk menjadi seorang pelajar yang dapat menyumbangkan sumbangsih bagi negara. Salah satu fakta unik dan menarik adalah bahwa pada masa sekarang ini, dunia sosial lebih memandang dari segi pengalaman yang kita peroleh pada waktu kita menempuh pendidikan, misalnya dengan melalui kegiatan organisasi ketimbang memperhitungkan nilai akademik semata. Mengapa demikian? Karena untuk melakukan pembangunan, negara dan masyarakat memerlukan sosok yang mau dan terbiasa untuk berkorban, memimpin, dan mengeksekusi apa yang menjadi objektif mayoritas.
Hal inilah yang berujung kepada pentingnya kegiatan berorganisasi bagi seorang pelajar. Organisasi senantiasa menjadi tempat berlatih bagi kita, para pemuda, untuk menghadapi segala konflik dan peristiwa dunia dengan teknik mengasah kemampuan intelektual dan diplomatik kita. Seperti yang penulis alami di organisasi Bina Nusantara English Club dimana organisasi tersebut tidak hanya memberikan kesempatan mendalami ilmu Bahasa Inggris semata, akan tetapi juga kesempatan untuk menciptakan berbagai kegiatan kemahasiswaan (mulai dari lomba Asian English Olympics hingga usaha pemecahan Guinness World of Record). Kegiatan mahasiswa dengan segala lika liku perjalanannya telah membentuk mental dan pemikiran yang positif bagi pelajar untuk tidak menyerah dan berjuang semaksimal mungkin untuk mewujudkan kegiatan tersebut.
Organisasi sungguh menjadi contoh praktik nyata dari masyarakat dalam merealisasikan objektif yang dimiliki. Pemerintah juga merupakan salah satu organisasi yang berusaha untuk melayani kepentingan masyarakat banyak. Akan jauh lebih baik apabila setiap orang yang bekerja di pemerintahan telah memiliki mental dan komitmen yang baik, yang ditunjukkan melalui pengalaman organisasi yang mampu memberikan sumbangsih kepada masyarakat banyak. Zaman sekarang bukan lagi sekedar zaman informasi, tetapi juga zaman eksekusi dari informasi-informasi yang tersebar. Hal ini pertanda bahwa masyarakat harus mulai untuk merealisasikan tujuan bersama dari negara mereka dengan sesegera mungkin, dengan memulai dari pengembangan diri sendiri.
Sekian opini yang dapat saya lontarkan.
Maju terus Indonesia-ku!
Sabtu, 10 Desember 2011
2011 Seoul Short Course Euphoria
We went to a strange restaurant near dorm, without any capabilities of speaking Korean (and oh my Gosh, the waiter and all of the guest there can't speak English well). Then, we give our best effort to guess what is the menu that we want (okay, so the menu only consist of korean Hangeul and without price list) :( It was quite fun and memorable that we also pay the meals by giving as much money as we predicted so they could pay back if there's any rest.
Rabu, 23 November 2011
Pendidikan, Resolusi Kemajuan Bangsa
Penanggulangan Kemiskinan melalui
Fly to Your Dream Job!
Semut dan Burung
Semut tersebut berukuran sangat kecil jika dibandingkan dengan roti yang diangkatnya itu, akan tetapi dia masih sanggup untuk mengangkatnya (bahkan tiga keping sekaligus). Hal ini bagi saya mengartikan bahwa terkadang orang dengan keterbatasan fisik yang seadanya (atau malah cacat) justru mampu mengangkat beban (menghadapi beban) yang jauh lebih berat dan besar dibandingkan dirinya. Roti yang diangkat di punggung semut itu sendiri adalah makanan juga bagi sang semut, menandakan bahwa semut tidak menganggap bahwa beban di punggungnya itu adalah masalah, melainkan adalah suatu perjuangan untuk memperoleh kemakmuran. Para peserta Paralympic itu adalah kalangan orang dengan segala kepercayaan dirinya dan akhirny mampu mengubah keterbatasan dirinya menjadi pemacu semangat hidup untuk terus berkarya meniti masa depan.
Burung yang lebih besar ukurannya dengan semut tersebut dan juga sedang membuka paruhnya adalah representative dari diri saya sendiri, dimana terkadang apa yang telah kita miliki tidak kita hargai atau manfaatkan dengan sebaik-baiknya dan sewajarnya. Justru kita seringkali hidup dalam bayangan orang lain, mengagumi seseorang. Tapi, justru terlalu fokus dengan apa yang telah dikerjakan oleh semut, makanya meskipun burung berdaging tebal dan juga memiliki sayap, akan tetapi tetap merasa kesulitan pula dalam mengikuti kata hati yang sesungguhnya.
Satu hal yang saya penting pegang sebagai prinisp dasar adalah bahwa kehidupan itu hanyalah sekali, maka patut bagi kita sebagai insan manusia yang hendaknya mengartikan hal itu sebagai pemicu perjuangan kita di masa-masa sulit untuk tetap bertahan dan mendapatkan hasil indah sesuai dengan yang diinginkan. Isilah dengan beragam hal yang berguna dan tidak merugikan orang lain maupun diri sendiri. Pantang menyerah untuk mengejar impian, ingatlah bahwa apabila Thomas Alva Edison putus asa pada percobaan ke-1999 nya, mungkin bukan dia yang menemukan lampu pijar. Kita tidak akan pernah tahu tentang kejadian masa depan. Kita hanya akan mampu untuk menebaknya dengan segala kerja keras dan keyakinan diri kita.
Kamis, 17 November 2011
Integrated Marketing Communication [part 1]
it's been a long time since i seldom post anything in here again.
So, as usual am gonna using this blog to post my thoughts again related to my discipline (or you can call it as "reason-to-clarify", because i will use it to learn for my mid exam :P)
First is about Website, everybody do know about web site right? According to Rayport and Jaworski (2004), web site has increasingly being used because it became tool of marketing communications. We can know something faster via sharing through web site.
We should prepare well for our organization's web site,
Here are the 7Cs of the customer interface (things you should know before making an awesome web site):
1. Context = layout and design of web site
2. Content = text, sound, pictures and video material
3. Community = site-enabled, user-to-user communication
4. Customization = site facilities to tailor itself to user needs
5. Communication = the ways in which two-way communication is enabled
6. Commerce = ability to enable commercial transactions
7. Connection = the number of other linked sites.
That's for web site. We'll meet again for another part, stay tune!
Rabu, 29 Juni 2011
Belajar Advertising for Marcomm
Berikut beberapa langkahnya:
-Mendefinisikan dan menjabarkan permasalahan yang kita hadapi (misalnya produk kurang terkenal di kalangan umum)
-Mengembangkan pendekatan dari pemikiran kita tentang permasalahan itu (kerangka pemikiran)
-Merumuskan kerangka penelitian (menciptakan desain dan strategi penelitian)
-Mencari data-data yang diperlukan
-Melakukan analisis terhadap data-data yang telah dikumpulkan
-Melaporkan dan mempresentasikan hasil analisis terhadap data-data tersebut.
Cukup singkat, bukan? Tetapi sangat diperlukan ketelitian dan komitmen serta usaha keras untuk memperoleh hasil yang maksimal dan akurat.
Dalam membuat branding dari produk dan jasa, diperlukan adanya penelitian terhadap analisa pasar, dikarenakan dengan melalui hal-hal tersebut, kita dapat menentukan gambaran seperti apa yang lagi "ngetrend" di pasaran dan juga hal-hal yang diinginkan masyarakat (yang menjadi kebutuhan masyarakat) dan juga hal-hal yang melekat di masyarakat (sesuai dengan budaya dan peraturan mereka). Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi pembuatan branding
adalah seperti target perusahaan, tujuan (visi) dari perusahaan, kemampuan keuangan, keahlian, sumber daya manusia, lingkungan industri, dan tren bisnis yang selalu berubah-ubah.
semoga membantu! wish me luck for tomorrow's exam!! :D also wish my mom get well soon. I love you, Mom.
Senin, 30 Mei 2011
Paper PTK - Technology, Social, and World
PAPER ULASAN
Gary Krug. (2005). Communication Technology and Cultural Change, Sage Publication. London. ISBN: 07619 7200 5 (GK) – Chapter 6-7
“TEKNOLOGI, SOSIAL, DAN DUNIA”
Disusun oleh:
ZUKARLITA
1301044246
04PGO
MARKETING COMMUNICATION
2010/2011
BINUS UNIVERSITY
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat bimbingan-Nya lah paper ulasan ini berhasil diselesaikan pula. Paper ulasan kali ini akan mengulas tentang bagaimana sudut pandang Gary Krug membahas perubahan kebudayaan terkait dengan perkembangan teknologi yang ada dari waktu ke waktu. Perubahan ini bersifat global dan terkait dengan bagaimana pola kehidupan manusia saat itu. Hal tersebut menunjukkan suatu fakta baru bahwa teknologi sungguh merupakan katalisator yang sangat ampuh untuk perubahan kehidupan umat manusia.
Di dalam paper ulasan ini, saya tidak akan terlalu banyak mengutip pernyataan Gary dan kemudian mengkritiknya habis-habisan, melainkan saya lebih banyak mengambil penerapan teori dan pandangan Beliau tersebut ke kehidupan nyata saat ini, kemudian mencocokkannya apakah sesuai atau tidak sehingga dapat dianalisa kebenarannya dan bukti signifikan dari perubahan dunia itu sendiri secara mengglobal. Saya kira dengan cara pembahasan seperti ini akan lebih mempermudah pemahaman pembaca sekalian terhadap jalan pemikiran yang saya pilih dalam mengulas pembahasan artikel Gary Krug tersebut.
Berangkat dari alasan itulah, paper ulasan ini dibuat. Diharapkan para pembaca dan saya sendiri dapat memperoleh penambahan pengetahuan serta pandangan baru mengenai pengaruh teknologi terhadap kelangsungan hidup kita dalam bernegara dan berbangsa.
Paper ulasan yang menjadi tugas mandiri terakhir dalam mata kuliah “Perkembangan Teknologi dan Komunikasi” ini tentunya bukan merupakan tulisan terakhir pula dari saya untuk terus mengkritisi dunia teknologi masa kini, semoga paper ini menjadi inspirasi bagi kita untuk terus berkarya. Terima kasih.
Penyusun
Zukarlita
"Science without religion is lame. Religion without science is blind."
Albert Einstein
BAB I
PENDAHULUAN
I.I LATAR BELAKANG
Mungkin kita tidak menyadari secara langsung tentang apa yang telah berubah dalam dunia yang kita tempati saat ini. Perubahan dunia secara berkala tersebut secara diam-diam sudah ”meracuni” gaya hidup kita dan terkadang berakibat fatal apabila tidak diimbangi dengan tindakan dan pemikiran yang tepat dan bijak. Perubahan ini baru dapat kita lihat secara utuh apabila kita membuka lagi lembaran terdahulu mengenai sejarah hidup manusia secara periodik dan kemudian membandingkannya dengan kehidupan saat ini.
Pandangan dan panutan filosofi hidup juga turut dipengaruhi dengan adanya kemunculan teknologi baru. Pernahkah kita mendengar kaum ateis? Menurut pada pengertian di Wikipedia Indonesia, dikatakan bahwa ateisme adalah sebuah pandangan filosofi yang tidak memercayai keberadaan Tuhan dan dewa-dewi ataupun penolakan terhadap teisme. Hal ini terjadi dengan seiring tidak terkuaknya bukti kongkrit mengenai keberadaan Tuhan dan pengikut kaum ini lebih cenderung berpihak pada apa yang “terlihat secara kasat mata” dan tentunya perkembangan teknologi yang merambah menjadi salah satu pujaan mereka untuk tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, bukan nilai ketuhanan.
Dewasa ini, hampir sebagian besar umat manusia telah berada di bawah kontrol teknologi, bukannya yang memegang tampuk kendali atas semua itu. Kita dapat melihat bahwa anak-anak muda zaman sekarang seringkali tidak mengindahkan adanya kebersamaan dengan keluarga, melainkan memilih untuk tetap terbuai dalam kemesraan memainkan video game di alat-alat teknologi canggih yang dimilikinya. Dan yang paling miris lagi adalah persoalan pornografi yang tiada hentinya menyebar melalui jaringan teknologi yang mumpuni. Semua persoalan ini hendaknya menjadi tanggung jawab kita bersama untuk membangun masyarakat yang lebih baik.
I.II TUJUAN PEMBAHASAN
Paper ulasan ini disusun dengan tujuan sebagai berikut:
· Memperoleh pengetahuan akan hubungan fenomena dunia yang terjadi dengan apa yang menjadi sudut pandang seorang Gary Krug.
· Mendapatkan pemahaman baru tentang perubahan dunia dan sosial (peristiwa, permasalahan beserta penyelesaiannya), serta proyeksi akan bagaimana perubahan yang akan terjadi pada masa yang akan datang.
· Menuangkan pemikiran kritis terhadap suatu persoalan yang terjadi.
· Melatih kita untuk terus bersikap bijak dalam menerima informasi yang sangat banyak dari peralatan teknologi yang dapat mengaburkan tujuan awal hidup kita.
Keempat tujuan di atas sudah cukup merangkum apa yang akan kami inginkan dari pembahasan materi Gary Krug. Terima kasih.
BAB II
PEMBAHASAN
“Teknologi, Kebenaran, dan Kompleksitas Industri Militer”
(“Technology, Truth, and the Military-Industrial Complex”. Page 134)
Dikatakan pada awal paragraph bahwa kebenaran tidak pernah akan menjadi hal yang sederhana. Hal ini akan lebih baik apabila dijelaskan terlebih dahulu apa yang menyebabkan demikian (alasannya). Setelah saya tinjau dari beberapa karya penulis lainnya, kebenaran itu sungguh rumit, tergantung dari bagaimana sudut pandang dan pemikiran (mindset) orang yang menerimanya. Salah satu faktor yang turut menentukan batas-batas kebenaran adalah teknologi, dalam hal ini lebih secara spesifik adalah media massa. Sebagai contoh, saya akan mengangkat permasalahan Lumpur Lapindo yang seringkali timbul dan tenggelam sebagai pokok bahasan media massa. Sebagian besar media massa menyatakan tentang rasa keprihatinan serta kebencian masyarakat terhadap sikap PT Lapindo Brantas yang dianggap tidak bertanggung jawab. Sebagai seorang yang awam, akan dengan mudah berita itu dianggap sebagai suatu kebenaran dan kemudian bisa saja terdorong untuk melakukan berbagai aksi anarkis terkait dengan “kebenaran” yang dia pegang tersebut.
Standar Pengukuran
Tidak dapat dipungkiri bahwa sangat sulit untuk menentukan alat ukur atau patokan terhadap suatu pernyataan untuk kemudian dianggap sebagai kebenaran yang sebenarnya. Kini dunia maya dan teknologi sudah mampu menjadi sumber kebenaran yang dianggap “benar”. Perlu ditarik sebuah benang merah penting dari artikel Gary Krug itu bahwa teknologi memang berasal dari kebutuhan kehidupan militer untuk mengakses kebenaran secara cepat dan tepat. Memex merupakan produk pioneer dalam menyebarluaskan informasi tentang kebenaran di tahun 1918. Kebenaran dianggap benar setiapkali mereka mendapatkan informasi dari perangkat Memex tersebut, karena yang bisa mengaksesnya hanya beberapa orang tertentu saja. Hal ini membuat penggunanya tidak merasa curiga akan adanya pencurian “kebenaran” dari data tersebut. Mari kita bandingkan dengan zaman sekarang, dimana pernyataan dan dokumen penting dari berbagai instansi pemerintah dapat mudah menyebar ke masyarakat (terkuak) dengan adanya situs berbagi seperti Wikileaks. Dan tentunya sebagai anggota masyarakat di era modern ini, kita harus dapat mengkritisi apakah informasi-informasi tersebut adalah hal yang benar atau malah informasi rekaan yang dibuat untuk memperoleh sensasi sesaat dari publik?
“Informasi dan Tatanan Sosial: Pornografi dan Publik”
(“Information and Social Order: Pornography and the Public”)
Saya cukup setuju dengan pernyataan dari Gary bahwa di kebudayaan yang sudah sangat modern ini, kita masih tidak sanggup untuk menyelesaikan suatu kontradiksi (perbedaan pendapat) khususnya dalam pemikiran tentang kehidupan sosial. Terlalu banyaknya informasi yang beredar di internet justru membuat kisruh dunia pendidikan, khususnya anak-anak yang masih belum terkategorikan sebagai orang dewasa karena kebanyakan dari informasi yang beredar itu adalah termasuk dalam konten pornografi. Bagaimana Negara dan publik dapat meresponnya? Tentu saja hal ini diperlukan kesadaran dari semua pihak bahwa pornografi akan dapat diatasi selama daya tangkap dan pemikiran (pengolahan informasi) di setiap anggota masyarakat itu positif, tidak dikendalikan oleh nafsu belaka.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan yang dapat saya tarik adalah bahwa semua teknologi yang dilahirkan saat ini memiliki akibat yang cukup kompleks terhadap kebudayaan dan pola hidup manusia (baik akibat positif maupun negatif). Solusi yang dapat ditawarkan adalah dengan menanamkan pola pikir yang netral, bijak dan kritis terhadap informasi yang diterima tersebut. Sehingga pada akhirnya, kejahatan di ruang publik dapat terkendali dan malah dikurangi.
Adapun saran dan kritik akan saya terima dengan senang hati, silahkan memberitahu saya secara langsung ataupun tidak. Diharapkan saya dapat lebih menyempurnakan tulisan saya di karya tulis saya selanjutnya. Terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
· Gary Krug. (2005). Communication Technology and Cultural Change, Sage Publication. London.
· http://www.mdtamerica.com/images/Technology4.jpg (diakses pada tanggal 30 May 2011)
· http://en.wikipedia.org/wiki/Memex (diakses pada tanggal 30 May 2011)
· http://rescomp.stanford.edu/~cheshire/EinsteinQuotes.html (diakses pada tanggal 30 May 2011)
· http://id.wikipedia.org/wiki/Ateisme (diakses pada tanggal 30 May 2011)
· http://www.upress.umn.edu/Books/M/miller_technologies.html (diakses pada tanggal 30 May 2011)
· http://larrycuban.wordpress.com/2010/01/06/a-naked-truth-about-technologies-in-schools/ (diakses pada tanggal 30 May 2011)
· http://nasional.kompas.com/read/2010/02/15/12471965/Lumpur.Lapindo.Jadi.Perhatian.Dunia (diakses pada tanggal 30 May 2011)
· http://en.wikipedia.org/wiki/WikiLeaks (diakses pada tanggal 30 May 2011)
· http://topnews.ae/images/Cyber-Porn.jpg (diakses pada tanggal 30 May 2011)
Alamat URL Blog saya:
http://charleeta.blog.binusian.org/2011/05/23/advertising-and-public-relations/
http://charleeta-tzu.blogspot.com/2011/05/paper-ptk-advertising-public-relation.html

















