Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Minggu, 22 Mei 2011

Paper PTK - Advertising & Public Relation

Response Paper

Perkembangan Teknologi dan Komunikasi

Joseph Turow (2009). Media Today : An Introduction To Mass Communications. 3rd Edition

Part Five : Advertising and Public Relations

Zukarlita 1301044246 04PGO

Marketing Communication

Department of Communication and Multimedia

Binus University

PENDAHULUAN

Seringkali kita tidak dapat membedakan isi dan tujuan dari konten yang dimuat di media komunikasi massa. Padahal perbedaan keduanya tersebut sangat penting untuk diketahui guna mencari tahu apa sebenarnya yang telah diperbuat oleh sang perusahaan. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam iklan yang murni itu biasanya memuat banyak hasil rekayasa dan terkesan berlebihan. Di lain pihak, konten yang memuat tentang kegiatan perusahaan dan berbagai klarifikasi, baik komentar atas keluhan konsumen maupun sekilas cerita tentang apa saja aktivitas perusahaan itu merupakan bagian dari kampanye perusahaan (Public Relation).

Tulisan ini pun dibuat guna mengkritisi tulisan dari Joseph Turow dan mengambil inti dari apa sebenarnya yang menjadi latar belakang dari pembuatan iklan, baik produk (advertisement) maupun perusahaan (public relation).

Semoga tulisan ini dapat membantu kita semua dalam menyusun kerangka pemahaman kita terhadap perkembangan teknologi komunikasi yang telah banyak membantu kita dalam penerapan iklan saat ini. Terima kasih.

Penulis,

Zukarlita

ISI

Buku karangan Joseph Turow tersebut cukup membuat saya tercengang, khususnya dalam penjabaran arti dari “periklanan” itu sendiri berdasarkan latar belakang terjadinya suatu bentuk “periklanan”. Memang benar apabila “periklanan” itu adalah suatu seni dalam menciptakan keinginan dari konsumen tentang produk kita dengan cara menginformasikan seunik mungkin apa yang ditawarkan oleh produk kita tersebut. Masalah yang berkembang adalah di Indonesia sendiri berlaku peraturan bahwa iklan rokok tidak boleh ada gambar rokoknya (produk aktualnya). Tentu saja ini sedikit menyimpang dari pengertian awal, dimana informasi yang terkandung di dalam iklan mungkin tidak sepenuhnya dimengerti oleh para penonton atau calon konsumen yang berpotensi. Dari sisi tersebut, saya berpikir bahwa ada kalanya iklan tidak hanya secara langsung membuat penonton ingin membeli produk tersebut, melainkan juga dapat sekadar memasyarakatkan merek semata. Peraturan yang cukup ketat itu cukup merangsang para pembuat iklan untuk berpikir secara kreatif dalam menyusun iklan yang tetap berpengaruh terhadap grafik penjualan.

Jenis-jenis agensi periklanan

Berdasarkan buku tersebut, tertera 6 (enam) jenis agensi periklanan yang ada, contohnya agensi bisnis ke bisnis, agensi konsumen, agensi iklan umum, agensi iklan khusus. Akan tetapi, setelah saya tilik dari sumber ilmu lainnya, dikemukakan bahwa terdapat 9 (sembilan) jenis agensi periklanan, contohnya agensi periklanan pelayanan terbatas, spesialis, agensi media sosial, agensi mesin pencari dll. Letak perbedaan yang signifikan di antara pemaparan jenis agensi periklanan itu adalah bahwa Joseph Turow lebih memfokuskan diri pada subjek yang dituju dalam sebuah iklan (misalnya iklan yang ditujukan untuk konsumen bisnis) sedangkan kesembilan jenis agensi periklanan yang saya dapatkan dari sumber lain itu lebih memfokuskan kepada saluran yang digunakan untuk menyebarluaskan iklan tersebut.

Kaitannya dengan dunia Public Relation

Dikatakan sekali lagi oleh Joseph Turow (halaman 606) bahwa iklan diciptakan untuk membuat suatu pandangan atau gambaran yang diinginkan oleh perusahaan dan ini tentu saja sejalan dengan fungsi Hubungan Masyarakat khususnya pembentukan citra positif dari sebuah perusahaan. Iklan dapat merepresentasikan bagaimana profil perusahaan itu. Kita ambil contoh saja Danone Aqua, dimana hampir dalam setiap iklannya disatukan dengan program PR dari mereka, yaitu program Tanggung Jawab Sosial (Corporate Social Responsibility). Hal ini memberikan kita respon yang bagus terhadap produk dan sekaligus profil perusahaan dari PT. Tirta Investama (perusahaan Aqua) yang diibaratkan sangat peduli dan membantu sesama yang kurang beruntung dan tidak bisa mendapatkan air bersih.

Iklan dan media interaktif

Tidak terlalu banyak dibahas oleh Joseph Turow mengenai media yang dipakai untuk meluncurkan berbagai iklan dari teori yang dihasilkannya. Padahal sangat penting untuk mengenal senjata iklan yaitu media / saluran yang akan kita pakai untuk memasyarakatkan produk perusaaan tersebut. Belakangan ini, hampir semua perusahaan besar memakai media sosial dengan baik untuk menggencarkan iklan mereka, karena sebagian besar dari masyarakat dunia telah mengenal baik dunia maya / internet, dan mereka selalu berkomentar langsung mengenai apa yang mereka temukan. Hal tersebut cukup memberiikan kontribusi yang signifikan untuk peningkatan brand awareness dari pelanggan.


PENUTUP

Adapun kesimpulan yang dapat kita tarik adalah bahwa perkembangan teknologi komunikasi khususnya internet sangat mempengaruhi seseorang / sebuah perusahaan dalam memposisikan perusahaan dan produk mereka. Terkait pula dengan sifat interaktif dari media tersebut, yang mengharuskan perusahaan untuk sedemikian berhati-hatinya terhadap segala bentuk publikasi agar dapat menghindarkan diri dari kesalahpahaman publik yang mengancam keeksistensian suatu perusahaan.

Apabila ada saran dan kesan dari Anda, silahkan Anda memberitahu saya karena saya yakin dan percaya bahwa tidak ada satupun hasil karya manusia yang sempurna dan dengan adanya umpan balik-lah, saya dapat memperbaiki karya ilmiah saya ke depannya,

Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih untuk kesediaan Anda membaca karya tulis saya ini.

SUMBER PUSTAKA

http://books.google.com/books?id=KusZ29rZHYIC&printsec=frontcover&dq=media+today&hl=en&ei=OfjYTbuaKM2GrAejk9SHBg&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=1&ved=0CCkQ6AEwAA#v=onepage&q&f=true

http://garismimpi.multiply.com/journal/item/7

http://en.wikipedia.org/wiki/Advertising_agency

http://en.wikipedia.org/wiki/Public_relations

http://www.aqua.com/kampanye

http://www.hematitumentari.com/

Minggu, 15 Mei 2011

Konvergensi Media dan Kebudayaan


PAPER ULASAN

Oleh:

Zukarlita 1301044246 04PGO


QUENTIN TARANTINO’S STAR WARS?

Pendahuluan

Seringkali kita mendengar istilah “konvergensi” dalam keseharian kita. Konvergensi disini diartikan sebagai kondisi keadaan menuju satu titik pertemuan atau memusat (merujuk pada pengertian yang diberikan website http://kamusbahasaindonesia.org/konvergensi). Konvergensi ini juga mencakup beberapa bidang kehidupan, salah satunya adalah bidang kebudayaan. Di dalam paper ini, akan ditinjau pemahaman tentang konvergensi budaya dari adanya film “Star Wars” yang cukup fenomenal di seluruh dunia. Pembahasan mengenai konvergensi ini cukup penting untuk memberikan kita suatu pengantar teori dalam memahami kerangka pemikiran bagaimana suatu budaya rakyat dapat diangkat menjadi suatu hal yang popular dan dianggap tidak lagi sekedar budaya rakyat semata. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.

Pembahasan

Apa sebenarnya yang dibahas dalam chapter 4 tersebut? Dari awal tulisan di chapter itu, dapat kita temukan kata-kata dari direktur Star Wars, Jason Wishnow, bahwa Star Wars merupakan katalisator atau hal yang mempercepat lahirnya masa depan dari sinema (film). Star Wars sungguh merupakan perpaduan yang unik antara kekreatifan manusia dengan media modern yang ada. Kita ketahui sendiri bahwa Star Wars bercerita tentang segala polemik yang terjadi di luar angkasa. Film besutan George Lucas ini begitu menarik dan berpengaruhnya di dunia, hingga dinobatkan sebagai film yang meraup pendapatan ketiga terbesar setelah Harry Potter dan James Bond. Fenomena ini otomatis melahirkan berbagai bentuk kekreatifan lainnya, diantaranya adalah pembuatan video amatir dari para fans hingga munculnya website yang menjadi wadah distribusi informasi sekaligus penampung ide bagi para penggemar setia mengenai hal terbaru menyangkut film favorit mereka tersebut.

Pertama-tama akan saya bahas terlebih dahulu mengenai konvergensi media. Awalnya Star Wars diciptakan hanya bisa diputar di bioskop layar lebar. Dengan seiring makin berkembang pesatnya zaman, perkembangan media lainnya seperti internet pun meluas. Konvergensinya terjadi ketika Star Wars mulai dipublikasikan melalui website (guna menjaring fans dan juga menjaga hubungan baik dengan para fans), publikasi secara media cetak kemudian menuju ke produksi untuk pemutaran di rumah.

Apa yang terjadi setelahnya, adalah munculnya film-film dengan topik serupa, akan tetapi agak berbeda dari segi jalan ceritanya. Film-film inilah yang menjadi bukti begitu kuatnya pengaruhnya terhadap para fans dimana Star Wars telah dianggap sangat sesuai dari segi ide penceritaan yang mengangkat peristiwa-peristiwa sosial penting yang menggambarkan fenomena politik di kehidupan nyata.

Berkaitan dengan hal tersebut, muncul pula parodi-parodi singkat Star Wars, seperti George Lucas in Love yang merupakan sebuah lelucon dari karya Shakespeare in Love sebagai suatu bentuk penghormatan dari sebuah generasi pelajar terhadap George Lucas yang telah dianggap sebagai Tuhan di universitas mereka.

Semakin berkembang luasnya kekreativitas manusia untuk menciptakan karya yang hampir sama dengan hasil yang memuaskan merupakan bukti dari konvergensi suatu budaya yang telah berakar dalam. Seperti yang terangkan dalam artikel Chapter 4 itu dimana ada seorang gadis berusia 14 tahun yang mampu menjadi sutradara dalam film sederhana yang dibuatnya, yaitu Kid Wars oleh Dana Smith. Begitu banyaknya video-video amatir yang menerapkan pembelokan jalan cerita yang telah dibuat oleh para penggemar dan inilah yang disebut sebagai suatu bentuk penyatuan kebudayaan.

Berdasarkan sudut pandang pribadi dari diri saya, saya setuju dengan pernyataan yang dimuat dalam artikel tersebut yang mengintisarikan bahwa sebuah kebudayaan baru yang mampu berpengaruh dalam dan luas akan menggerakkan kegiatan penggemarnya untuk berkarya serupa (tidak peduli akan latar belakang sosialnya). Apabila dikaitkan dengan topik komunikasi pemasaran, hal ini diibaratkan promosi produk dan perusahaan kita berhasil mencapai titik puncaknya sekaligus menciptakan perusahaan pesaing baru.

Ditelaah dari pemahaman dan wawasan pribadi, saya mendapatkan suatu pembelajaran baru bahwa muncul dan berkembangnya inovasi dari teknologi informasi dan komunikasi sungguh merupakan titik awal yang dapat menciptakan fakta yang tidak akan pernah kita bayangkan sebelumnya. Kembali lagi ke pernyataan awal yang menyatakan bahwa Star Wars dianggap sebagai katalisator untuk kemajuan film masa depan, saya ingin sedikit mengutarakan pendapat saya bahwa Star Wars tidak bisa sepenuhnya dianggap sebagai katalisator, sebab sebagian besar dari penyebab berkembang pesatnya pengaruh dari film tersebut adalah dikarenakan perkembangan pesat juga dari teknologi informasi dan komunikasi. Apakah dapat kita bayangkan apabila Star Wars diproduksi dan dimunculkan di masa-masa ketika semua teknologi masih belum terlalu merakyat dan berkembang? Tentu saja hal yang terjadi adalah sebuah stagnansi, dimana semua penontonnya hanya bisa bertindak pasif, tanpa bisa berkreasi dengan otak kirinya untuk menciptakan hal-hal yang serupa dengan film yang ditontonnya.

Bukti lain dari konvergensi kebudayaan ini adalah kehadiran kostum para tokoh Star Wars di dalam perayaan Halloween, yang membuktikan bahwa fenomena modern mampu mengusik kebudayaan rakyat pula (Halloween merupakan kebudayaan asli dari masyarakat Barat). Meskipun video amatir dan cerita rekaan terbaru tersebut merupakan bagian dari konvergensi kebudayaan, hal ini juga mengusik pernyataan mengenai hak cipta dari ide suatu karya. Oleh karena itulah, biasanya video tersebut diciptakan dalam versi parodinya atau lelucon. Star Wars sungguh merupakan contoh yang sempurna untuk menggambarkan fenomena konvergensi media sekaligus budaya.

Penutup

Kesimpulan yang dapat saya tarik adalah dengan bantuan dari suatu teknologi informasi dan komunikasi, kita mampu mengubah hal yang biasa menjadi hal yang dianggap penting oleh suatu kelompok masyarakat. Dan ini juga tergantung dari bagaimana kita menyesuaikan konsep hal tersebut dengan yang terjadi di kehidupan nyatanya. Semoga karya tulis ini dapat membantu membuka pikiran kita tentang pencitraan diri maupun perusahaan yang akan kita jabani di masa depan. Terima kasih.

Sumber literatur lainnya

http://kamusbahasaindonesia.org/konvergensi (diakses pada tanggal 15 Mei 2011)

http://en.wikipedia.org/wiki/Star_Wars (diakses pada tanggal 16 Mei 2011)

http://web.mit.edu/cms/People/henry3/starwars.html (diakses pada tanggal 16 Mei 2011)

http://www.listal.com/viewimage/866355 (diakses pada tanggal 16 Mei 2011)

-terima kasih-

Charleeta.blog.binusian.org

Charleeta-tzu.blogspot.com

Minggu, 01 Mei 2011

Mempelajari Filsafat

Haloo semuanya, senang sekali saya dapat kembali menulis informasi di dalam blog ini..
Berkaitan dengan sebentar lagi saya akan menempuh Ujian Tengah Semester (UTS) tentang filsafat, ada baiknya para pembaca sekalian juga dapat ikut mempelajari apa sih ilmu filsafat itu dan apa gunanya untuk kehidupan kita semua.

Yup, filsafat adalah suatu ilmu, ilmu tertinggi malah yang merupakan akar dari segala ilmu yang ada (mother of science). Mengapa demikian? karena filsafat mengajarkan kepada kita bagaimana mencari tahu sebuah fundamental/dasar dari sebuah pengetahuan berasal, kebenaran dari suatu pengetahuan, dan juga kaitannya dengan nilai-nilai yang dianut.

Misalnya deh, kita dari kecil kan mempelajari yang namanya Matematika kan. Nah, ternyata ilmu pengetahuan eksakta itu tidak muncul begitu saja di dunia.. Ilmu tersebut harus dikaji dulu melalui filsafat untuk menguji apakah kebenarannya dapat diterapkan secara umum dll.

Secara garis besar, filsafat itu terdiri dari 3 bagian inti / bidang, yaitu:
*ontology, cabang filsafat yang mempelajari tentang bagaimana ciri-ciri dari sesuatu baik yang ada maupun yang tidak ada di dunia real. Lebih tepatnya mengupas tentang keberadaan suatu hal.

*epistemology, cabang filsafat yang mengukur tentang batasan-batasan suatu ilmu pengetahuan, beserta hakekat dan landasannya. Misalnya bagaimana kita dapat mengatakan bahwa air itu bersifat memiliki titik didih? Apa itu titik didih sebenarnya?

*axiology (aksiologi), yaitu cabang filsafat yang mempelajari tentang nilai-nilai. Misalnya "apakah benar air itu dapat melambangkan kesucian?"

Filsafat sebenarnya dipelajari guna membentuk jati diri kita ke arah kebijaksanaan dan kemampuan berpikir kritis.
Secara general, filsafat ditujukan untuk mencapai suatu pengertian yang hakiki dan sekaligus kebijaksanaan.

Dalam kaitannya dengan bidang komunikasi yang saya tekuni, filsafat mengajarkan dan membantu kita untuk dapat memahami, menghargai, menghormati dan juga memberikan toleransi terhadap perbedaan pandangan. Hal ini dapat memberikan kita kesempatan untuk menggunakan berbagai pendekatan / metode dalam melihat suatu permasalahan sehingga hasil kesimpulan yang dicapai juga dapat lebih bijak.

Sekian dulu... :) semoga dapat bermanfaat bagi kita semua..

Minggu, 27 Maret 2011

Makalah kelima :D

MAKALAH TANGGAPAN
BAB 15 BUKU KARANGAN Michael, M. A. Mirabito & Barbara L. Morgenstern


“KABEL PELOPOR KEHIDUPAN MODERN”



Disusun oleh:
ZUKARLITA
1301044246
04PGO

MARKETING COMMUNICATION
2010/2011
BINUS UNIVERSITY
KATA PENGANTAR
Selalu tidak lupa kita puji panjatkan syukur kepada kehadirat Tuhan YME, karena berkat bimbingan-Nya lah, makalah tanggapan ini dapat terselesaikan pula. Makalah tanggapan saya kali ini lebih membahas ke arah mekanistik tentang mengapa suatu teknologi canggih yang kita kenal sekarang ini dapat hadir di dunia, atau dengan kata lain dapat ditemukan.
Saya sendiri pernah mengalami masa-masa transisi dimana di zaman saya masih menempuh Sekolah Dasar, saya tidak memahami secara jelas apa itu internet, saya hanya mengetahui bahwa ada suatu alat (komputer) yang dapat menjawab segala pertanyaan di dunia ini. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, saya mulai mengetahui bahwa internet itu tidak sekedar mesin penjawab (atau lebih kita kenal dengan mesin pencari jawaban / “search engine”), melainkan suatu media/saluran yang diciptakan berkat adanya penemuan kabel fiber optic yang memungkinkan kita untuk mentransfer data dalam jumlah besar dan cepat dari suatu tempat ke tempat yang lain.
Oleh karena itulah, makalah ini dapat dibuat. Untuk menjelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi dan apakah masih ada hal lain dalam perkembangan teknologi ini yang masih belum kita ketahui.
Saya mengharapkan agar makalah ini dapat bermanfaat sebagaimana mestinya terhadap Anda dan juga kehidupan Anda ke depannya. Selamat membaca.

Penyusun
Zukarlita

DAFTAR ISI
Halaman Judul..................................................................................................................1
Kata Pengantar..................................................................................................................2
Daftar isi............................................................................................................................3
BAB I Pendahuluan..............................................................................................................
I.I Latar belakang.......................................................................................................4
I.II Tujuan pembahasan.............................................................................................5
BAB II Pembahasan...........................................................................................................6
BAB III Penutup...............................................................................................................11
Daftar Pustaka..................................................................................................................12

“Any intelligent fool can make things bigger and more complex... It takes a touch of genius - and a lot of courage to move in the opposite direction. “
Albert Einstein

BAB I
PENDAHULUAN
I.I LATAR BELAKANG

Saya tidak meragukan lagi bahwa semua dari Anda pasti pernah mengakses internet dan merasakan manfaat dari adanya internet itu sendiri. Bahkan mungkin saja Anda menemukan makalah ini karena bantuan pencarian otomatis di internet yang sedang Anda akses. Betapa besar kegunaan layanan ini terhadap kehidupan manusia, seakan-akan semua informasi yang kita inginkan dapat terkorek dengan jelas dan memenuhi keinginan kita.
Makalah ini disusun berdasarkan bagian-bagian pembahasan dari buku karangan M. A. Mirabito & Barbara L. Morgenstern, dengan menitikberatkan kepada tanggapan atas informasi yang telah mereka terangkan. Bertentangan dengan sebuah pepatah yang mengatakan, “Bagai kerbau dicocok hidungnya”, saya sangat tidak ingin pepatah itu terjadi dalam kehidupan sehari-sehari saya, maka saya lebih memilih untuk menanggapi secara kritis buku karangan mereka itu, dibanding dengan menelan mentah-mentah semua penjelasan sesuai dengan yang dipaparkan di dalam buku tersebut.
Ingat, suatu teknologi yang berkembang pesat saat ini tidak terlepas dari penemuan-penemuan kecil yang mendasarinya, salah satunya adalah penemuan “kabel” yang sanggup mengubah pola pikir dan kehidupan kita.

I.II TUJUAN PEMBAHASAN
Makalah tanggapan ini disusun dengan tujuan sebagai berikut:
• Memaparkan suatu sudut pandang baru (sudut pandang penyusun) tentang perkembangan teknologi terkini.
• Mengeksplor lebih jauh mengenai seluk beluk berjalannya perkembangan teknologi yang sangat pesat (misalnya Video On Demand).
• Menanggapi buku teks karangan Michael, M. A. Mirabito & Barbara L. Morgenstern sesuai dengan pemikiran diri sendiri.
• Mendorong para pembaca untuk dapat mengkritisi beragam hal yang terjadi di dunia teknologi saat ini (terutama karena sebagian besar manusia di dunia ini telah terintegrasi ke dalam suatu komunitas besar, yaitu “Global Village”).
• Menyusun kerangka pemikiran yang baru, mengenai keterkaitan antara penemuan kabel ini dengan dunia marketing yang akan kita jalani.
Dilihat dari kelima tujuan penyusun di atas, diharapkan Anda dapat pula mendapatkan pengarahan kemana pemikiran Anda akan diarahkan dan berkembang ketika membaca makalah ini. Terima kasih.

BAB II
PEMBAHASAN

“Sang Kabel, Industri Telepon dan Rumah Anda”
(“The Cable and Telephone Industries and Your Home”. Page 209)

Dikatakan secara jelas bahwa kabel serat optic telah menjadi dasar yang sangat penting (ibaratnya tulang punggung pada makhluk “Vertebrata”) dalam sistem informasi dan dunia hiburan digital. Hal ini saya lihat sebagai salah satu dampak dari penemuan kabel itu sendiri, yaitu pengiriman data yang lebih cepat dan kapasitas yang besar dalam suatu waktu sekaligus. Ibaratnya percobaan sederhana yang pernah kita lakukan di jenjang Sekolah Dasar, dimana kita menyambungkan kedua kaleng besi dengan seutas tali (benang) yang menghasilkan kinerja layaknya sebuah telepon. Dalam percobaan sederhana itu, dapat dibuktikan bahwa suara mampu merambat melalui benang dalam kurun waktu yang singkat. Benang itu kita anggap sebagai bentuk dasar dari kabel, terutama kabel serat optic (fiber optic, yang selanjutnya akan saya singkat “FO”), hanya saja berbeda dari segi material dan kinerja secara spesifik.

Video On Demand
Diterangkan bahwa “Video On Demand” (selanjutnya saya singkat menjadi “VOD” saja) adalah bagian dari tujuan perusahaan komunikasi dimana mereka berusaha memberikan kekuasaan penuh kepada para penonton dalam memilih berbagai program yang ada. Hal ini apabila dikaitkan dengan teori komunikasi massa, tentunya lebih sejalan dengan teori yang berlaku saat ini, yaitu “Uses and Gratification Theory” (Teori Manfaat dan Gratifikasi) dan sebaliknya akan sangat bertentangan apabila kita kaitkan dengan teori komunikasi massa di masa lalu seperti “Hypodermic Needle Theory” (Teori Jarum Suntik). Disini akan saya terangkan sedikit tentang keterkaitan erat di antara VOD dan teori Manfaat dan Gratifikasi itu. Teori Manfaat dan Gratifikasi (Blumer dan McQuail. 1969) menitikberatkan kepada latar belakang mengapa seseorang menonton suatu program, apa manfaat bagi penonton itu sendiri dan bagaimana media dapat menyediakan beragam program yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan para penonton itu sendiri. Keterkaitannya adalah bahwa VOD sungguh merupakan contoh nyata dari penerapan teori tersebut oleh para perusahaan komunikasi itu sendiri dalam memberikan kepuasan kepada penonton.
Contoh nyata dan sederhana lainnya adalah website Indowebster (http://www.indowebster.com/) yang telah menjelma menjadi perpustakaan film dan video yang dapat diakses secara gratis dan berbayar (tergantung pada seberapa cepat layanan download yang diinginkan). Website ini menawarkan layanan menikmati beragam video yang ingin kita tonton, sesuai dengan permintaan.
Apabila kita bandingkan dengan kehidupan kita sebelum adanya VOD ini, dapat ditelaah bahwa telah terjadi kemajuan yang sangat besar di era teknologi ini. Saya masih ingat betul ketika dulu saya ingin menonton serial “Meteor Garden” (sekitar tahun 2002) di stasiun televisi, jika saya terlambat menyetel saluran televisi sesuai dengan jadwal, maka saya akan beresiko kehilangan beberapa scene dari serial tersebut. Berbeda dengan zaman sekarang, dimana saya tidak perlu lagi mencemaskan akan melewatkan beberapa scene dari serial yang sedang saya tonton, karena di dalam jangkauan internet ini sendiri, tersebar begitu banyaknya video serial tersebut dan tentunya dapat diakses dimanapun dan kapanpun kita berada.
Menanggapi pembahasan di dalam buku MAM (Michael, M. A. Mirabito & Barbara L. Morgenstern ) itu pula, saya sangat setuju bahwa kepentingan individu sangat diutamakan dalam kaitannya dengan konsep terciptanya VOD itu dibandingkan dengan kepentingan kelompok (secara umum). VOD diciptakan untuk memuaskan kepentingan perseorangan dalam mengakses dan menonton video yang diinginkan, bukan karena kepentingan sekelompok. Dengan kata lain, pendekatan yang diterapkan dalam mempopulerkan VOD ini adalah dengan pendekatan pribadi (individual).

QUBE
Ada satu lagi yang cukup menarik dalam pembahasan buku MAM itu, dijelaskan bahwa QUBE merupakan asal muasal terciptanya konsep pemberian kontrol penuh kepada para penonton untuk menentukan apa yang akan mereka tonton. Menurut saya, Qube yang telah diperkenalkan di era 1970an sungguh merupakan bukti nyata keajaiban “penemuan kabel” yang memungkinkan manusia menyiarkan suatu berita dan sekaligus melakukan survey (dengan cara memberikan pertanyaan yang disiarkan lewat QUBE itu dan memberikan lima pilihan jawaban alternatif, dan apabila penonton telah memilih jawaban mereka maka jumlah keseluruhan jawaban akan ditabulasikan secara otomatis di komputer kontrol). QUBE sungguh merupakan pelopor media interaktif yang berjasa memberikan kenyamanan teknologi bagi kita hingga saat ini.
Kaitannya kedua hal ini (VOD dan QUBE) dalam dunia marketing adalah bahwa keduanya menerapkan sistem bayar per tontonan (pay per view) dimana perusahaan penyedia mendapatkan keuntungan dari setiap tontonan yang dipilih oleh penonton. Tujuan mereka sangat jelas, yaitu untuk mendapatkan profit sebanyak-banyaknya dari tayangan yang mereka sediakan.

IMPLIKASI
Penyusun buku MAM mengatakan bahwa implikasi nyata dari penemuan kabel hingga penyediaan fasilitas seperti VOD dan QUBE ini adalah adanya konvergensi antara media-media yang saling berkaitan (seperti televisi dan internet), sehingga memungkinkan hanya diperlukannya satu perusahaan komunikasi saja yang menyediakan semua layanan tayangan.
Akan tetapi hal yang saya pertanyakan adalah mengapa penyusun mengemukakan bahwa hingga saat ini belum terjawab siapa yang menjadi pemain potensial di balik semua ini (“...potential players, the key issues that must be addressed, and the questions that are, as of this writing, still unanswered” page 211). Padahal menurut pendapat dan pandangan saya secara pribadi, dapat dilihat bahwa pemain potensial yang berperan penting dalam hal ini adalah “Production House” / PH dimana mereka yang menjadi bagian yang memproduksi tayangan-tayangan dan sangat mempengaruhi kinerja VOD karena tergantung dari kualitas tayangannya serta seberapa besar kepopuleran tayangan tersebut di kalangan masyarakat, misalnya The CW TV (PH sekaligus stasiun televisi yang sangat popular di Amerika, memproduksi beragam serial yang popular juga di kalangan masyarakat, khususnya remaja) yang memperkenalkan serial “GossipGirl” (GG) yang pada akhirnya sangat terkenal di mata masyarakat sehingga The CW TV akhirnya membuka situs resminya pula agar masyarakat dapat menikmati serial tersebut tanpa harus terikat waktu dengan jadwal penayangan di stasiun televisi konvesionalnya. Dan secara otomatis, VOD juga berfungsi sebagaimana mestinya.
Di akhir pembahasan makalah ini, ingin saya tekankan bahwa mungkin saja di masa depan nantinya kita tidak lagi memerlukan berbagai perusahaan untuk mengakomodasi keinginan kita untuk menelepon, menonton, dan juga mengakses internet. Segala sesuatunya mungkin saja berada di bawah kendali satu perusahaan raksasa saja yang mampu memberikan semua fasilitas dalam kurun waktu bersamaan. Tentunya dunia akan terasa semakin sempit dan terintegrasi penuh.


BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan yang dapat saya tarik disini adalah bahwa memang benar penemuan kabel itu sangat berpengaruh besar bagi kehidupan kita. Teknologi zaman sekarang telah memberikan kemudahan yang sangat banyak berkat adanya penemuan kabel tersebut. Kita bisa memperoleh tayangan video yang kita inginkan (dan juga informasi dalam bentuk lainnya) kapanpun dan dimanapun kita berada selama kita masih terkoneksi dengan saluran internet.
Saya sangat terbuka dengan kritik dan saran yang membangun dari Anda guna perbaikan penulisan makalah ke depannya. Saya percaya bahwa semua kritik dan saran yang datang akan menjadi cermin bagi diri saya untuk semakin mengeksplorasi diri dan terus berbenah dari segi kualitas. Sekian makalah tanggapan ini saya buat. Terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA
• Michael, M. A. Mirabito & Barbara L. Morgenstern (2004). The New Communication Technology: Applications, Policy, and Impact. 5th edition. Focal Press. Oxford. ISBN: 0-240-80586-0
• Severin, Werner J. & James W. Tankard, Jr. (2001). Communication Theories: Origins, Methods, & Uses in the Mass Media. 5th edition. Addison Wesley Longman. ISBN: 979-3925-08-6
• “Jalurlebar”. http://id.wikipedia.org/wiki/Jalurlebar (diakses pada tanggal 28 Maret 2011)
• “DSL”. http://id.wikipedia.org/wiki/DSL (diakses pada tanggal 28 Maret 2011)
• “Telepon Kaleng”. http://www.engineeringtown.com/kids/index.php?option=com_content&view=article&id=138:telepon-kaleng&catid=53:percobaan-lainnya&Itemid=65 (diakses pada tanggal 28 Maret 2011)
• “Video On Demand”. http://id.wikipedia.org/wiki/Video_on_demand (diakses pada tanggal 28 Maret 2011)
• “VOD Video On Demand”. http://home.vod.com/ (diakses pada tanggal 28 Maret 2011)
• “QUBE”. http://en.wikipedia.org/wiki/QUBE (diakses pada tanggal 28 Maret 2011)
• “Set-top box” http://en.wikipedia.org/wiki/Set-top_box (diakses pada tanggal 28 Maret 2011)
• “Official Site of the CW Network – CQ Television Shows – CW TV” http://www.cwtv.com/ (diakses pada tanggal 28 Maret 2011)
• Gambar VOD – print screen dari http://www.cwtv.com/ Gambar QUBE http://www.qube-tv.com/qube-tv/QUBE%20LOGO.jpg
• Gambar “Integration” http://www.clubofrome.org/eng/new_path/6/integration2.jpg
• Gambar cover http://us.123rf.com/400wm/400/400/wklzzz/wklzzz1010/wklzzz101001128/8180611-world-map-technology-style-against-fiber-optic-background.jpg

Jumat, 18 Maret 2011

Makalah keempatku...menjelang OP



MAKALAH 4

PENDAHULUAN

Berkecimpung di dunia teknologi komunikasi dan informasi bukanlah hal yang mudah. Kita selalu berhadapan dengan hal-hal yang tidak terbayangkan, misalnya saja pembobolan rekening yang bisa saja dilakukan melalui internet, kerugian penjualan dikarenakan kesalahan dalam mengatur dan mengartikan kegunaan internet.

Hal ini akan saya bahas secara singkat di makalah tanggapan ini, sehingga kita semua diharapkan dapat secara kritis memahami apa sebenarnya yang telah terjadi di bumi pertiwi ini.

Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua dan selamat membaca!

Zukarlita


PEMBAHASAN

BAB I

TEKNOLOGI KOMPUTER: ISU LEGAL, Y2K, INTELIJEN BUATAN

(Computer Technology: Legal Issues, Y2K, and Artificial Intelligence)

ISU LEGAL (Legal Issues)

Tidak dapat dipungkiri bahwa pembajakan informasi (software) terjadi di berbagai belahan dunia, baik untuk penggunaan sendiri maupun kepentingan bisnis. Dimana setiap software yang dibeli secara sah tidak berarti telah menjadi milik kita sepenuhnya, akan tetapi kita hanya sebatas sebagai pemegang lisensi sah saja untuk digunakan dalam satu komputer (tidak dapat diperbanyak). Saya cukup setuju dengan pemaparan di dalam buku tersebut bahwa apakah kita harus membeli 2 (dua) buah software asli apabila kita memiliki 2 buah laptop? Tentu saja memboroskan uang dan menimbulkan stagnan dalam kemajuan teknologi manusia, karena teknologi hanya terbatas untuk yang sanggup membeli lisensinya saja. Ini bukan berarti saya mendukung terjadinya pembajakan, tetapi saya lebih melihat kepada mekanisme penjualan lisensi ini.

Akan lebih baik apabila untuk software kategori tertentu dibebasbiayakan alias tidak diperdagangkan lisensinya (gratis, tidak perlu biaya apapun untuk menggandakannya), mengingat bahwa software tersebut penting untuk umum. Tetapi memang agak susah untuk mewujudkannya, karena dikhawatirkan hal tersebut malah membuat sebagian besar programmer merasa tidak dihargai secara professional.

Berbagai gugatan atas tuduhan terjadinya plagiat software telah banyak diajukan, hal ini membuka kesempatan bagi semua programmer di dunia untuk berlomba-lomba mendaftarkan hak patentnya.

Y2K (Year 2 Kilo)

Kita harus mengetahui bahwa pemrograman komputer di masa-masa awal itu menggunakan dua digit terakhir (pada tahun) untuk mengurangi biaya), misalnya tahun 1990 diidentifikasi oleh komputer sebagai “90”. Kemudian seluruh dunia seakan tersentak dengan adanya ramalan bahwa di awal abad millennium, tahun 2000, manusia akan mengalami kekacauan total dikarenakan komputer tidak mengenali input digit “00” pada 2000, dan seluruh program akan kembali ke tahun 1900.

Sub topik ini cukup menarik karena membahas perihal yang memberikan kita pelajaran lumayan banyak, misalnya untuk selalu berpikir dan menimbang konsekuensi jangka panjang terlebih dahulu dalam memutuskan suatu keputusan. Akan tetapi, di tahun 2000 tersebut dibuktikan bahwa tidak terjadi hal-hal yang sensasional seperti yang diberitakan. Y2K ini seakan pedang yang bermata dua, antara positif dan negatif. Negatif karena menimbulkan kepanikan sesaat pada masyarakat dunia dan juga positif karena mendorong manusia untuk bekerja lebih keras lagi memperbaiki sistem komputer ke sistem yang lebih baik.

INTELIJEN BUATAN (Artificial Intelligence)

Saya sendiri seringkali mempertanyakan kenapa semua teknologi yang berada di sekeliling saya itu bisa terjadi. Kesemua hal tersebut cukup aneh karena hampir mampu secara total untuk menjiplak kemampuan manusia, khususnya logika. Teknologi bahkan mampu mengenali suara kita (speech recognition), membuat keputusan yang sesuai dengan logika (computer vision), bahkan menjadi dokter untuk mengobati diri sendiri apabila terdapat kerusakan (expert system).

Semua hal di dunia teknologi ini memiliki dampak positif dan ne

gatif. Seperti yang bisa terpikirkan oleh

kita, bahwa AI (Artificial Intelligence) ini sangat membantu dalam meringankan tugas sehari-hari kita (mengerjakan pekerjaan kita) tetapi di lain pihak juga turut mengancam kelangsungan hidup manusia karena kehidupan makin lepas kontrol dari tangan manusia.

Terdapat satu hal yang tidak bisa tergantikan oleh teknologi, yaitu perasaan, dimana manusia dapat memutuskan sesuatu bukan hanya berdasarkan AI (log

ika) semata, melainkan juga secara subjektif (mempertimbangkan dari segi manusiawi)


BAB II

DIGITAL AUDIO

Pada intinya bab ini membahas menangani bagaimana mestinya untuk melakukan peredaran suatu karya, dimana ada yang menuntut penjualan lisensi, ada juga yang cukup menginginkan dibagi secara gratis di dunia internet saja mengingat dapat dengan cepat menyebarluaskan karya itu.

Peredaran karya-karya tersebut juga mendongkrak meningkatnya penggunaan digital audio (tergolong hardware) yang memang menjadi media untuk mengharmonisasi kesemua informasi yang ada. Kembali ke pernyataan awal saya, bahwa setiap hal memiliki bagian positif dan negatifnya. Bahkan hal yang diawali dengan dampak negatif bisa saja berujung pada terciptanya suatu hal positif. Pro dan kontra ini terdapat pada letak kenyamanan dan ekonomi sekaligus. Manusia seakan dimanjakan dengan penemuan digital audio ini (mereka dapat dengan mudah menyimpan rekaman suara di CD ataupun media lainnya), tetapi mereka tidak bisa mengontrol sepenuhnya penyebaran informasi tersebut.

Mengapa digital audio ini penting untuk dibahas? Karena menyangkut tentang permasalahan bagaimana manusia dapat menyimpan karyanya dalam media yang cukup terpercaya dan kemudian tidak kesulitan untuk menyebarluaskannya ke publik. Salah satu contoh negatif yang terjadi di kehidupan nyata kita adalah munculnya website wikileaks, yang secara gamblang memperlihatkan naskah-naskah penting pemerintahan kepada public. Meskipun itu sebatas teks-teks belaka, akan tetapi efek yang ditimbulkan sudah cukup mencengangkan dunia, lalu bagaimana apabila yang disebarluaskan adalah informasi yang berbentuk video?

Contoh lainnya adalah munculnya artis baru yang terkenal hanya dikarenakan oleh beredarnya digital audio yang mereka lakukan itu berhasil mempengaruhi orang banyak dan tentunya memperoleh perhatian dari banyak orang, meskipun banyak pihak yang tidak membayar biaya sang artis untuk karya audio yang dihasilkan (tetapi menciptakan sekumpulan fans fanatik yang turut mengangkat popularitasnya). Apabila ditinjau dari kacamata ekonomi, hal ini dapat diatasi dengan mengadakan penggalangan dana dalam bentuk lain, misalnya melakukan tur konser dunia (sehingga tetap memperoleh keuntungan signifikan dari para fans fanatic itu).

PENUTUP

Suatu kesimpulan berharga yang dapat kita tarik dari makalah ini adalah bahwa kita tidak boleh melihat suatu hal dari satu sudut pandang saja, melainkan akan jauh lebih baik apabila kita menggunakan sudut pandang yang tidak sependapat dengan pemikiran awal kita. Hal tersebut dapat memberikan wawasan baru yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh Anda. Begitu juga halnya dengan segala jenis hal yang berkaitan dengan ketidakadilan yang terjadi di dunia teknologi ini, diharapkan kita mampu memetik nilai positif dari semua ini.

Akhir kata, terima kasih atas kesediaan Anda membaca makalah saya ini, mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam perkataan maupun pemikiran, diharapkan Anda semua dapat menyampaikan komentar dan saran yang membangun tersebut guna perkembangan penulisan makalah ke depannya. Terima kasih.

Sumber pustaka

· What is software piracy?” http://www.adobe.com/aboutadobe/antipiracy/piracy.html (diakses tanggal 18 Maret 2011)

· “Masalah Tahun 2000” http://id.wikipedia.org/wiki/Masalah_Tahun_2000 (diakses tanggal 18 Maret 2011)

· “FEMA For Kids” http://www.fema.gov/kids/y2k.htm (diakses tanggal 18 Maret 2011)

· “FEMA For Kids: How Will Y2K Affect You?” http://www.fema.gov/kids/y2kaff.htm (diakses tanggal 18 Maret 2011)

· “Audio digital” http://id.wikipedia.org/wiki/Audio_digital (diakses tanggal 18 Maret 2011)

· WikiLeaks” http://id.wikipedia.org/wiki/WikiLeaks (diakses tanggal 18 Maret 2011)

· “Controversies in Audio Engineering” http://www.brighthub.com/engineering/mechanical/articles/23023.aspx (diakses tanggal 18 Maret 2011)

· Gambar piracy black http://www.advanced-television.tv/wp-content/uploads/2011/02/piracy.gif (diakses tanggal 18 Maret 2011)

· Gambar “My Two Cents” https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZlC_w61b7WYjq6cQZQLlXQ-oJWXuWv9B1wANvBeOJ6l0W0pLUKGdCngoS0fcWasrXi-oXvNCJJ43wb1i0_F3_G5NVW9gu9_PG6VvCyicgunZmaXdX0WexQN9yNeMfzEc_yIy7fs5TPKgf/s400/Two+Cents+Worth.jpg (diakses tanggal 18 Maret 2011)

· Gambar “Y2K” http://alfredoelectroboy.files.wordpress.com/2010/11/2y2k.gif (diakses tanggal 18 Maret 2011)

· Gambar “AI” http://andhikaarya.files.wordpress.com/2010/12/ailogo.gif (diakses tanggal 18 Maret 2011)

· Gambar “Digital Audio” http://screenshots.en.softonic.com/en/scrn/48000/48056/3_audioeditor.jpg (diakses tanggal 18 Maret 2011)

· Gambar “Justin Bieber and Youtube” http://static.inilah.com/data/berita/foto/1057522.jpg (diakses tanggal 18 Maret 2011)